Di kehidupan nenek moyang dulu, serigala adalah salah satu hewan yang dapat dikategorikan sebagai musuh manusia. Pencurian makanan hingga penyerangan terhadap manusia yang sering dilakukan oleh hewan berkelompok ini acapkali menimbulkan konflik antara manusia dan serigala. Meskipun manusia punya senjata, namun tak dapat dipungkiri kalau manusia pun pada akhirnya mencapai titik lelah untuk menghalau serangan karnivora yang satu ini.

Manusia pun mencari akal. Daripada bunuh-membunuh dengan serigala, mereka mencari cara lain. Mereka mencoba memberi makan, dan berhasil. Ada beberapa serigala yang “membelot” dari kelompoknya dan menyeberang ke kelompok manusia. Mereka menerima makanan dan menjadi peliharaan manusia.

Mengapa ini bisa terjadi? Karena serigala adalah hewan yang berkelompok, dan pada setiap kelompoknya, mereka memiliki satu pemimpin yang disebut “Alfa” yang merupakan serigala terkuat di dalam kelompok tersebut. Dalam kelompok manusia dan serigala, yang menjadi “Alfa” yaitu manusia, si pemberi makan. Jadilah serigala pembelot tersebut menjadi penjaga bagi manusia dan melawan serigala lain yang berusaha mengusik “Alfa”-nya.

Serigala-serigala pembelot tersebut pun berevolusi menjadi anjing-anjing yang kita kenal sekarang. Jadi, alasan mengapa anjing adalah hewan yang setia yaitu karena evolusi mereka dari serigala yang dimulai dari loyalitas. Kondisi dimana mereka mengubah “Alfa” mereka, dari serigala yang terkuat di kelompok mereka menjadi manusia.

TT Ads

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *