DISampaikan Dalam Diskusi Publik.

MALUT POST-TERNATE. Empat Bakal Calon (Balon) Wali Kota Ternate hadir dalam diskusi publik yang digeral komunitas Jarod, Jumat malam lalu (18/9). Diskusi memperingati satu dasawarsa komonitas ini,berlangsung di Jarod Cafe dengan mengusung tema” Permasalahan dan Tantangan Kota Ternate di Lima Tahun Kedepan”. Empat bakal calon yang hadir itu berkesempatan menebar janji.

Bakal Calon Wali Kota Moh Yamin Tawary, M Tauhid Soleman, Merlisa Marsaoly dan M Hasan Bay yang diwakili oleh bakal calon wakil wali kotanya Asgar Saleh itu mengupas berbagi perssoalan kota yang di hadapi saat ini serta menawarkan solusi. Walau tidak membahas detail soal program, diskusi malam itu berlangsung meriah.

Bakal calon wali kota, kata Yamin Tawari yang mendapat kesempatan perdana dari moderator Aziz Hasyim, membuka dengan menyampaikan, ada dua hal yang menjadi tugas utama pemerintah. pertama,memajukan kota dan kedua, mensejahterakan rakyat. Untuk mewujutkan itu maka sektur ekonomi, pendidikan, kesehatan dan beberapa sektor lain harus baik.

Ukuran ekonomi, kata Yamin, adalah pada daya beli. Jika masyarakat tidak memeliki daya beli maka tidak akan ada kesejahteraan. Karena itu, harus buka lapangan kerja. Yamin menyebut, tugas pemerintah juga membuat iklim investiasi yang baik agar para pengusaha dapat bermunculan. “kalau ada yang punya usaha, maka praktis akan menyerap tenaga kerja. Jadi rumusnya pengusaha itu harus tumbuh agar tenaga kerja bisa terserap,” sebut mantan ketua DPRD sementara Malut ini.

Ada tiga hal, sambung Yamin yang akan menjadi fokusnya, yakni soal penanganan sampah, perbaikan lingkungan yang di dalamnya soal air, serta pengambangan digitalisasi. pemerinta juga harus bekerja sama dengan sektor swasta untuk berbagai peran, karena tidak semua hal dapat dikerjakan oleh pemerintah sendiri butuh banyak pihak. ” pengelolaan parkir misalnya kedepan kita serahkan saja kepada pihak swasta, penataan pasar juga harus dilakukan. kedepan kota ini harus dijadikan smart city dan itu bukan hanya konsep tapi harus diterapkan melalui langkah nyata,” terang mantan Anggota DPR RI tersebut.

Sementara Balon Wakil Wali Kota Asghar Sale yang hadir menggantikan bakal calon wali kota Muh Hasan Bay (MHB) mengatakan, Ternate adalah kota yang pluralis, terbuka, majemuk, dan semua orang yang ada di kota Ternate memiliki hak yang sama untuk dilindungi oleh pemerinta. Olehnya itu, program perkotaan akan sangat banyak.”Saya mungkin realistis. Dalam jangak waktu lima tahun tidak mungkin wali kota yang terpilih dapat menyelesaikan seluruh permasalahan Kota Ternate. Kalau itu dijanjikan, saya kira itu adalah janji omong kosong,” ucap Asghar.

Menurutnya, membangun kota Ternate membantu dukungan dari berbagai pihak untuk melibatkan dari dalam menyelesaikan problem. Itulah kenapa, dirinya bersama Muhamad Hasan Bay lebi memilih tagline Bersama Lebi Baik.” Kalau misalnya bang Yamin dikehendaki oleh Allah terpili menjadi wali kota maka kami akan bergabung dan memberikan dukungan.

Tapi kalau Allah berkehendak saya dan pak Hasan Bay yang memimpin Kota Ternate maka mami akan mangajak semua bakal calon untuk sama-sama berpikir caranya membangun kota ini lima tahun kedepan,” tandas Direktur LSM Rorano ini.

Kota Ternate,sambung Asghar, suda dihuni oleh berbagai etnis, seperti Cina, Arab, Jawa, hingga Makasar. meski banyak etnis Kota Ternate tetap aman dan terus berkembang. Asghar menyebut, dirinya tidak ingin Kota Ternate kedepan hanya dibangun dengan pemandangan visual yang hanya di lihat dari banyaknya gedung bertingkat, namun menempatkan sumberdaya masyarakat hanya menjadi penonton.

Dalam kesempatan itu, Asgar juga menyentil soal kehadiran Alfamidi di Kota Ternate. ” Jika terpilih, saya dan pak Hasan Bay berencana akan membuat peraturan daerah tentang perlindungan tenaga kerja lokal. Investor ingin datang silahkan, tapi semua tenaga kerja yang direkrut harus tenaga kerja lokal (SDM kota Ternate, red),” ucap Asghar.

Dari sisi ekonomi terutama Makro, Asgar menyebut perkembangan ekonomi di Kota Ternate suda cukup baik hanya saja masih dibarengi dengan angka pengangguran dan 700 orang miskin yang ada saat ini.”Kenapa itu terjadi, karena investasi yang di lakukan oleh pemerintah cenderung padat model, bukan padat karya,” sambutnya.

Dari sektor pendidikan, MHB-GAS akan menyoroti tenaga pentak bisa menandatangani dokumen APBD.” Untuk itu kami minta Pj sekda Ricky Chairul Richfat segera di lantik. Apalagi sebelumnya gubernur telah memberikan persetujuan,” tandas politisi Hanura ini.

Desakan yang sama juga datang dari ketua komisi II, Mursid Amalan. ” Untuk percepatan pengesahan APBD-P 2020, maka gubernur wajib segera melantik Ricky. kami minta jangan memberikan berlarut-larut karena merugikan pemda Haltim,” pungkasnya (ado/rul)

TT Ads

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *