Operasi Yustisi Wajib Masker di Ternate Mulai Diterapkan

MALUT POST – TERNATE. Operasi Yustisi di Kota Ternate telah melibatkan anggota TNI- Polri, Satpol PP, pemerintah daerah, kejaksaan, hingga pengadilan. Bagi warga yang melanggar protokol kesehatan,berupa tidak bermasker dalam perjalanan, maka langsung disanksi. Bahkan untuk menentukan kadar kesalahannya, langsung dilakukan sidang di tempat.

Operasi Yustisi sendiri merupakan langkah pencegahan covid-19, dalam rangka menghadapi pilkada 2020 ini.Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman mengatakan, langkah ini sebagai tindak lanjut perwali nomor 20 tahun 2020. Dimana pelanggar yang tidak bermasker ketika keluar ruma, akan diberi sanksi dan dilakukan sidang di tempat.

Dengan Kegiatan ini, diharapkan warga lebi sadar. Langkah swiping ini sebagai alat, agar warga merasa penting untuk menggunakan masker.

“Langkah ini, akan terus di lakukan di beberapa pusat keramaian, agar warga patuhterhadap protokol kesehatan. Alhamdulillah, semua pihak baik kepolisian,TNI maupun pengadilan pelanggar diberi sanksi sosial maupun dnda,” kata Burhan saat ditemui di sela pemantauan berlangsungnya operasi, di depan mall Jatilend kemarin.

Wali Kota dua periode ini mengatakan, upaya pencegahan covid-19 ini harus lebih dipertegas terutama dalam rangka menghadapi pilkada ini. Jika dilakukan pembiaran dan kususnya meningkat, dalam dua bulan kedepan maka akan mempengaruhi tingkat pertisipasi werga.

“Kalau Oktober-November meningkat , makaorang akan takut datang ke TPS pada 9 Desember nati,” tambahnya. Karena itu, operasi ini akan terus berlanjut dan berpindah-pindah tempat. “Kita berharap warga semakin sadar menggunakan masker,” tukasnya.

Sementara itu, sejak diterapkannya sanksi bagi pelanggar wajib masker, awal bulan September sebagaimana diatur dalam perwali nomor 20 tahun 2020 ini. Denda bagi pelanggar telah mencapai Rp22 juta. Menurut Kepala operasional Satgas covid-19 Arif Gani, dana sanksi ini terdiri dari pelanggar perorang maupun tempat usaha. Hanya saja, lebih didominasi pelanggar perorang.

Kendati sanksi denda ini talah diterapkan,ada warga yang merasa bingung. Bagaimana tidak, di tempat umum masi banyak yang cuek. Ini karena, yang ditindak hanya pengendara.”Saya juga heran, kenapa pengendara yang ditilang. Sementara acara kawin banyak yang tidak gunakan masker. begitu juga hajatan kegiatan lain. Bahkan, acara pesta suda mulai ramai dan tidak ada penindakan, polisi juga mengizinkan pesta,” kata Ramli, salah satu warga Ternate. (udy/yun)

TT Ads

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *