Jouhatsu atau ‘orang yang sengaja dihilangkan’. Tapi bukan berarti dilenyapkan seperti dibunuh ya, tapi disembunyikan dengan identitas baru (diputuskan semua ikatan dengan manusia di kehidupannya). Ada agen/ organisasi yang bertugas ‘menghilangkan orang’ seperti ini di Jepang.

Yonige-ya

Fenomena Jouhatsu, atau “evaporated people” di Jepang, mengklaim hampir seratus ribu orang Jepang lenyap tanpa jejak setiap tahunnya. Mereka yang biasanya memutuskan untuk lenyap/ hilang mempunyai masalah yang menurut mereka tidak bisa diselesaikan dan memendamnya seorang diri. Dari mulai masalah pekerjaan, keluarga, menghindari orang yang melakukan kekerasan pada mereka, menghindari orang yang mengejar mereka, dan banyak alasan lainnya, Intinya mereka ingin memutuskan ikatan dengan orang-orang di kehidupannya dan memulai kehidupan baru. Ada yang mengganti nama, melakukan operasi plastik, bahkan ada kota dimana tempat tersebut adalah kota yang terkenal ditempati oleh orang-orang yang dikucilkan dan dilupakan oleh masyarakat.

Norihiro

Salah Satu Pelaku Jouhatsu yang menjalankan aksinya tanpa memakai jasa organisasi.

Salah satu kasusnya adalah seorang pria bernama Norihiro telah dipecat dari pekerjaan tetapi terlalu malu untuk memberi tahu keluarganya. Setiap pagi, dia mengenakan kemeja dan dasinya, mencium istrinya, dan pergi ke kantornya. Dia seolah-olah masih bekerja padahal hanya berkeliling kota dengan mobilnya dan pulang dalam keadaan setengah mabuk untuk memberikan kesan bahwa dia baru saja selesai minum-minum dengan teman kantornya. Akhirnya, dengan gaji yang tidak lagi diterima, Norihiro tidak bisa melanjutkan kebohongannya dan memutuskan sebaiknya dia menghilang, menghilang ke Sanya atau ke Kamagasaki, tempat yang tampaknya sangat rahasia dan memalukan sehingga telah dihapus dari peta Tokyo. (Kota dimana orang-orang yang dilupakan dan dikucilkan masyarakat).

Contoh cerita sebelumnya adalah cerita yang tidak menggunakan agen untuk bantuan menghilang. Kebanyakan yang menggunakan agen untuk menghilang adalah istri/ anak yang mendapatkan kekerasan di rumah tangganya. Atau orang yang dikejar oleh hutang/ disingkirkan keluarganya. Organisasi yang menawarkan jasa menghilang ini disebut Yonigeya, yang diterjemahkan sebagai “toko terbang-malam.” dengan slogan mereka membantu mereka yang putus asa menemukan kehidupan baru.

Klien mereka umumnya adalah korban kekerasan dalam rumah tangga yang mencakup sekitar 20% dari beban kerja. Alasan lain untuk melenyapkan diri adalah hutang, melarikan diri dari sekte agama, penguntit, atau majikan yang menindas. Namun, terkadang, orang ingin menghilang tanpa penjelasan yang jelas:

Saat kami bertanya ke mana Anda ingin pergi, mereka berkata ‘Saya tidak tahu, saya hanya ingin mengubah diri saya sendiri. Tempatku bukan di sini.”

-Salah satu klien Yonige-ya

Lalu bagaimana kepolisian Jepang menanganinya? Hukum di Jepang tidak melayani hal semacam ini kerena individu yang terkait menghilang/ melenyapkan diri mereka sendiri memutuskannya karena keinginan pribadi tanpa paksaan dan dalam keadaan sadar dan sehat.

TT Ads

One comment

  • Hendrik
    Hendrik
    Reply

    Wah, berarti mreka org kalau ada hutang bisa kabur gitu saja kah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *