Hubungan Intim Terekam CCTV

MALUT POST – TERNATE. Citra pendidikan di Kota Ternate kembali tercoreng. Guru yang bertugas sebagai pendidik, malah melakukan perbuatan asusila. Ironisnya perbuatan tercela ini diduga dilakukan seorang kepala sekolah dasar negeri berinsial MR bersama SA, tenaga guru yang merupakan bawahannya di sekolah tersebut. Keterangan yang dihimpun di lapangan. perbuatan mesum keduanya dilakukan di ruangan guru dan terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV). Kamera CCTV sendiri sengaja dipasang para guru. Lantaran tidak tahan lagi melihat ulah keduanya. Kejadian ini tidak hanya membuat geger internal sekolah, tapi warga di kelurahan tersebut juga marah dan langsung memalang sekolah.

Perbuatan mesum keduanya kini telah ditangani pihak kepolisian setelah suami SA resmi membuat laporan ke polsek pulau Ternate pekan lalu. Kendati begitu, sampai saat ini, keduanya belum juga dipanggil. “Suaminya sudah melaporkan ke polsek dan kami guru-guru juga sudah diminta keterangan oleh polisi,” kata salah seorang guru kepada Malut post, kemarin (23/9).

Aksi mesum keduanya terekam CCTV selama dua hari berturut-turut yakni pada Senin (14/9) dan Selasa (15/9) pekan lalu. Kamera pengintai itu sengaja dipasang oleh sejumlah guru di sekolah tersebut karena hubungan keduanya dinilai telah melewati batas kewajaran dan membuat resah.

Dalam video berdurasi lebih dari 30 menit itu, aksi keduanya berlangsung di tempat duduk ruang guru sekolah. Di hari pertama, SA menggunakan baju gamis. keduanya lalu berhubungan intim layaknya suami istri. Sementara di hari kedua, SA tampak menggunakan pakaian olaraga. Dalam video, tampak SA menghampiri atasannya tersebut. Aksi kali ini terbilang vulgar, keduanya setengah telanjang dan melakukan indehoi berturut-turut empat kali. “Kami hanya minta polisi segera memproses kasus ini karena dilaporkan sudah seminggu lalu, rencana kami dan warga akan aksi di kantor UPTD pendidikan hari ini,” tukas sejumlah guru.

Menurut para guru, hubungan keduanya diduga sudah terjalin sekitar dua tahun dan baru terungkap beberapa hari terakhir. Di sekolah, mereka bertingkah bak suami istri, padahal mereka telah memiliki pasangan masing-masing.

“Kami berulang kali tegur tapi diancam oleh kepsek karena beliau atasan kami,” beber mereka.

Asmara keduanya pernah terbongkar setahun lalu. Saat itu ada salah seorang guru melihat chat mesum via ponsel SA. Isi pesannya, MR mengirim kata ‘Goll‘ kepada SA. Pesan tersebut dikirim oleh MR setelah keduanya berhubungan intim. “Saat itu kami lalu tanyakan ke SA dan dia sudah bersumpah tidak akan lakukan lagi,” ungkap salah satu guru. Desas-desus asmara keduanya saat itu, juga mencuat keluar dan membuat warga Kelurahan Loto, Kecamatan Ternate Barat resah. “Tapi kita sampaikan ke warga kalu itu hanya isu saja. Waktu itu ada satu guru yang dipanggil oleh kepsek dan diancam. Karena pasangan selingkuhannya, SA lapor dan guru tersebut diancam, kalau tidak punya bukti maka dia akan lapor guru tersebut ke polisi,” ujarnya.

Karena semakin resah, sejumlah guru pun berinisiatif membongkar skandal tersebut dengan patungan gaji untuk membeli kamera CCTV. Kamera pengintai itu lalu di pasang di lantai tak jauh dari tempat duduk yang bisa digunakan keduanya berbuat mesum.

Benar saja, aksi keduanya pun terekam kamera tersembunyi tersebut. Video tersebut pun ditunjukan kepada suami SA berinisial NY. Dia lalu langsung melaporkan perbuatan tersebut ke polsek Ternate Barat. Bukti terekam video juga telah disita penyidik sebagai barang bukti.

Kapolsek Pulau Ternate Iptu Indah saat dikonfirmasi menolak berkomentar, dia minta wartawan menghubungi langsung penyidik yang menangani kasus tersebut. “Langsung ke penyidik saja,” kata Indah lantas mengirim nomor kontak penyidik.

Sementara penyidik polsek pulau Ternate Brigpol Ali Ipa membenarkan laporan dugaan perzinahan tersebut. “Sudah (dilaporkan), kasusnya dalam tahap lidik dan pemeriksaan saksi-saksi,” pungkas Ali.

Sekretaris Kota (Sekkot) Jusuf Sunya, saat dikonfirmasi, kaget dan langsung menanyakan kepastian kasus tersebut ke Kepala Dinas Pendidikan (Kadikbud) Ibrahim Muhamad, dan Kadikbud Kota Jusuf membenarkan. Dugaan perbuatan asusila yang dilakukan Kepsek bersama bawahannya itu.

Jusuf mengaku, Dikbud sendiri saat ini telah mengambil langkah memberhentikan keduanya. “Kepsek diberhentikan, ditarik ke Diknas untuk dilakukan pembinaan dan ditunjuk salah satu guru sebagai Plt. Sementara SA dicabut status gurunya dan dibina di UPTD Diknas Pulau,” kata Jusuf.

Jusuf mengaku, sanksi akan diberikan setelah ada proses hukum

“Kalau sampai terbukti, maka akan diberi saksi. Bahkan hingga tingkat pemecatan,” tegasnya.

Sekretaris Diknas Muhmud J. AR, saat dikonfirmasi membenarkan telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikam MR dari jabatan Kepsek. Langkah ini juga sebagai antisipasi jangan sampai warga mengambil tindakan terhadap yang bersangkutan. Selain ini, pergantian ini juga sebagai sanksi dari sisi etika. Karena itu tugasnya dinas. Sementara untuk sanksi pemecatan dari status pegawai, itu menjadi kewenangan lebih di atas. “Saya juga sudah ditemui suami dari SA dan sudah memberikan penjelasan,” terangnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate Anas U Malik mengatakan, tindakan Kepsek dan sala satu guru itu, merusak citra pendidikan di Kota Ternate. Komisi III mendesak Dinas pendidikan untuk segera memberikan sanksi tegas kepada keduanya.

Karena sebagai guru keduanya bukan memberikan contoh yang baik, malah menunjukan contoh buruk. Apalagi jika keduanya masing-masing telah berkeluarga, maka masalah ini dapat berimplikasi hukum. “Kami akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memberikan sanksi tegas kepada mereka dan jika nanti telah ada keputusan pengadilan soal pelanggaran norma hukum, maka sanksi pemecatan bisa dilakukan,” tegas politisi Golkar ini. (mg-03/mg-05/udy/lkh/rul)

TT Ads

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *