Pencemaran air yang disebabkan oleh sampah—khususnya plastik—makin mengkhawatirkan seiring berjalannya waktu. Bagaimana tidak, limbah bekas pakai manusia yang mencemari perairan tak hanya merusak pemandangan, namun pula mengancam kelestarian habitat yang hidup di dalamnya. Salah satunya Penyu, hewan yang mampu berenang sesaat setelah menetas ini adalah sebuah contoh dari hewan yang terancam kelestariannya karena sampah manusia. Padahal, penyu memiliki posisi yang cukup krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Telur Penyu

Penyu bereproduksi dengan cara bertelur, dan telur mereka dikubur di dalam pasir di sekitaran pantai.

Kemudian, setelah menetas, para tukik—bayi penyu—akan meninggalkan dan langsung berlari ke arah laut secepat yang mereka bisa. Artinya, cangkang telur penyu, baik yang sudah menetas maupun yang gagal menetas, akan tertinggal di pasir. Lama-lama, cangkang ini akan terurai dan zat-zat yang terdapat di dalamnya akan dikembalikan ke tanah sebagai mineral penting yang, tentu saja, dibutuhkan oleh tumbuhan. Itulah mengapa, seringkali di pantai yang jadi langganan penyu untuk bertelur, terdapat vegetasi yang lumayan banyak tidak jauh dari pasir pantai.

Menyeimbangkan Populasi Ubur-ubur

Tadinya, para ahli mengira bahwa semua spesies penyu merupakan vegetarian. Rupanya, justru sebaliknya. Kebanyakan spesies penyu ternyata adalah predator aktif yang mangsa utamanya adalah ubur-ubur.

Apa mereka bisa kenyang hanya dengan makan hewan yang lebih dari 90% tubuhnya adalah air? Jawabannya adalah tidak. Karena itulah mereka harus makan banyak. Penyu-penyu ini rupanya kebal terhadap sengatan ubur-ubur yang menyakitkan bagi sebagian besar hewan lain. Bahkan termasuk ubur-ubur kotak dan Portuguese Man O War.

Jika penyu tidak ada, maka populasi ubur-ubur akan meledak. Sekalinya populasi ubur-ubur meledak di suatu wilayah, akan sulit mengembalikan tatanan ekosistem seperti semula, karena ubur-ubur dewasa memangsa telur ikan, larva ikan, dan ikan-ikan kecil, membuat populasi ikan sulit naik. Populasi sulit naik, akhirnya yang terperangkap di jaring nelayan bukan lagi ikan, tapi ubur-ubur. Mau makan sarden ubur-ubur?

Membantu Perkembangan Terumbu Karang

Penyu membantu perkembangan terumbu karang dengan cara memakan spons-spons dan anemon yang terlalu besar dan menyediakan ruang serta “bahan mentah” bagi pembuatan kerangka koral yang akan tumbuh. Spons laut merupakan makanan yang tidak terlalu populer di laut. Meskipun mereka tidak bergerak—yang berarti gampang ditangkap—spons laut itu keras, strukturnya berduri dan berserat seperti kaca, rasanya tidak enak (tidak ada dagingnya) minim nutrisi, dan dalam beberapa kasus, beracun.

Tapi, hewan laut berabe ini rupanya menjadi makanan favorit penyu sisik (Eretmochelys Imbricata). Penyu sisik bahkan menjadikan spons sebagai 90% makanan utamanya. Penyu ini kebal terhadap berbagai racun yang terdapat di beberapa genus spons laut.

Jadi, kurang lebih begitulah mengapa penyu penting bagi ekosistem dan harus dilindungi. Bagi rakyat jelata seperti kita, cara melindungi penyu cukup mudah: jangan buang sampah ke pantai atau laut—terutama yang plastik—jangan beli produk dari cangkang atau daging penyu, dan jangan makan telur penyu.

TT Ads

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *