Diduga Alami Gangguan Jiwa

MALUT POST – JAILOLO. Diduga alami gangguan jiwa akibat sakit maag, seorang suami berinsial AM (51), warga Kelurahan Tomajiko Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate Pulau nekat membacok sang istrinya berinisial IC (41). Lantaran Kritis, Korban IC lalu dilarikan ke RSUD Chasan Bosoeiri untuk mendapat perawatan medis secara intensif. Kejadian naas ini terjadi sekira pukul 16.oo WIT, Kamis sore kemarin. Aksi brutal sang suami dipicu lantaran diduga mengalami gangguwan jiwa akibat sakit maag yang telah lama diderita. Akibatnya, MA nekat menganiaya sang istri dengan cara yang sadis, yakni menebas bagian belakang kepala, punggung serta leher korban dengan parang.

Setelah menganiaya sang istri, pelaku langsung melarikan diri ke kebun dan bersembunyi di atas pohon kelapa. Namun entah kenapa, lalu melukai dirinya sendiri dengan parang kemudian melompat dari atas pohon kelapa.

Setelah kejadian itu, korban langsung di larikan ke Ternate menggunakan speedboat oleh pihak keluarga dan warga setempat. Tiba di Ternate, korban langsung dirujuk ke RSUD Chasan Boesori untuk ditangani secara medis. Korban pelaku juga ikut dilarikan ke RSUD. “Katanya pelaku sakit maag, jadi langsung menyerang istrinya dengan parang,” kata Ai, salah seorang warga Tomajiko via handphone.

Lanjut Ai, tidak berselang lama usai menganianya sang istri, AM lalu mencoba bunuh diri pohon kelapa dan melukai tubuhnya dangan parang. “Istrinya sudah dilarikan ke RS lebih dulu menyusul suaminya,” tambah Ai

Terpisah, anak korban pelaku berinisial D (24) ikut membenarkan jika sang ayah sudah mengalami gangguan jiwa sekitar 4 tahun akibat maag yang diderita. “Papa sakit maag suda sekitar empat tahun,” cetus D yang merupakan anak kedua. Sementara Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Riki Arinanda ketika dikonfirmasi secara terpisah menyatakan, kejadian ini masih dalam tahap penyelidikan. “Sementara masih dilakukan penyelidikan,” akunya.

Riki menambahkan, selain sakit maag, pelaku juga memiliki riwayat gangguan jiwa sehingga masuk dalam pantauan tim medis puskesmas Hiri.

Dari pantuan di RSUD, baik korban maupun pelaku masi menjalani perawatan medis di ruang IGD.

Sayangnya, sang istri yang menjadi korban pembacokan menghembuskan nafas terakhir dan meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIT tadi malam karena pendarahan hebat. (mg-07/aji)

TT Ads

One comment

  • komar
    komar
    Reply

    Astaghfirullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *