Pernahkah Profesional Istana mendapati seekor ular sedang melata di dalam rumah? Hewan yang identik dengan sesuatu yang berbahaya ini tentunya akan membuat profis panik, bukan? Dalam beberapa kasus, penanganan ular yang tidak sesuai tentunya dapat membahayakan diri kita juga, profis. Mengapa demikian? Karena ular adalah hewan yang cenderung sensitif dengan gerakan, dimana gerak-gerik menyentak yang kita kerap lakukan ketika panik saat melihatnya akan ia anggap sebagai ancaman, profis.

Nah, ada baiknya kita mengetahui bagaimana cara untuk menangkal ular, ketimbang harus keteteran ketika menghadapi ular tersebut, profis.

Mungkin profis pernah mendengar kalau garam dan cuka adalah bahan yang ampuh untuk mencegah ular masuk ke rumah? Jangan salah lagi, ya! Ular tidak takut kepada dua bahan tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa keduanya adalah mitos semata. Mengapa demikian? Karena tubuh ular tertutup oleh sisik berlapis yang tumpang tindih. Sisik ini tersusun dari protein keratin, protein yang sama dengan yang membentuk rambut dan kuku kita. Sisik ini juga kedap air (tidak menyerap air atau cairan lain) sehingga cuka, teh, atau cairan-cairan yang “dipromosikan” menghalau ular sebenarnya tidak berguna juga.

Lantas, Bagaimana Cara Mencegah Ular Masuk ke Rumah?

Pakailah wewangian. Letakkan kapur barus di sudut-sudut ruangan, di kamar mandi, dan di dekat pintu masuk. Pel lantai dengan pengharum lantai—tanpa perlu sebut merek. Bakar obat nyamuk, semprotkan wewangian ke ruangan agar tidak dimasuki ular. Mungkin setelahnya, profis penasaran akan cara kerja wewangian yang menurut penuturan di atas akan efektif untuk mencegah kehadiran ular?

Jadi begini. Ular mencium bau bukan menggunakan hidungnya, tapi melalui lidahnya. Lidah bercabang ular ini akan menangkap partikel-partikel bau di udara. Ketika ular menarik lidahnya masuk ke mulutnya, ujung lidah yang bercabang ini akan disentuhkan ke organ khusus bernama organ Jacobson. Organ ini terletak di langit mulut sehingga sering juga disebut secara generik sebagai organ Vomeronasal.

Organ ini akan menganalisa arah dan bau tersebut. Misalnya, jika partikelnya lebih banyak menempel di cabang lidah kanan, berarti baunya berasal dari kanan. Jika partikelnya lebih banyak menempel di cabang lidah kiri, berarti baunya berasal dari kiri. Jika di tengah, maka baunya dari depan. Hasil analisa ini kemudian disampaikan ke otak untuk diproses dan dibuat keputusan.

Wewangian yang memiliki bau-bau tajam akan mengganggu proses ini dengan melekatkan partikel baunya di lidah ular, sehingga bau-bau lingkungan sekitar (yang vital diketahui ular) akan tertutupi oleh bau wewangian. Ular akhirnya memilih untuk menghindari area yang disemprot wewangian karena menumpulkan inderanya.

Jadi, jangan sampai lupa, ya! Ketimbang profis harus berkonflik dengan ular karena kehadirannya yang tidak diundang ke rumah, lebih baik mencegah, kan?

TT Ads

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *