Alasan Pemulihan Ekonomi, Pemkot Beri Izin Berinvestasi

MALUT POST – TERNATE. Izin yang diberikan Pemerintah Kota Ternate terhadap Alfamidi sebelumnya sudah mulai mendapat protes dari berbagai kalangan. Alasannya, kehadiran gerai modern dapat mengancam UMKM lokal. Namun, Pemerintah Kota Ternate (Pemkot), sepertinya “menutup telinga” atas kritikan tersebut. Buktinya, selain Alfamidi, Pemkot juga menerima pinangan Indomaret untuk berinvestasi di kota mungil ini.

Untuk tahapan awal, ada lima gerai Indomaret yang diizinkan beroperasi. Salah satunya di depan Ruma Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesorie. Sebelumnya, Walikota Burhan Abdurahman mengatakan, pihak Indomaret mengajukan 50 gerai. Namun dirinya belum mengizinkan, tapi meminta Sekkot berkoordinasi dengan DPRD dan dilakukan kajian terlebih dahulu. Barulah diambil langkah.

Sekretaris Kota (Sekkot) Jusuf Sunya mengatakan, pemkot tidak mungkin memberikan izin sebanyak yang dimohonkan yakni 50 gerai, tapi hanya sebagian. Kendati begitu, Jusuf tidak menyebut beberapa sebenarnya jumlah gerai yang akan diizinkan.

“Untuk sementara hanya 5 izin. Sudah termasuk di depan RSUD. Dan sudah melalui kajian TKPRD,” akunya.

Jusuf mengatakan, pihak Indomaret berencana melakukan investasi besar-besaran di Ternate. Tapi Pemkot masih harus mengkaji lagi. Untuk izin prinsip, lanjut dia, sudah dikantongi. Namun ada syarat lain yang harus dipenuhi. Salah satunya tidak ada penolakan dari warga sekitar.

Jusuf menjelaskan, investasi Indomaret ini bagian dari upaya memulihkan dan menggerakan ekonomi Kota Ternate. Apalagi merekrut 100 % tenaga kerja lokal.

Selain itu, pemkot juga mengikat mereka dengan perjanjian kerja yang ketat, salah satunya tetap membuka ruang dan memprioritaskan produk lokal dan UMKM.

“Kita mendorong agar UMKM kita juga memasukan produk mereka dengan kemasan yang sesuai dengan standar mereka (Indomaret, red), Pokoknya mereka selalu dipantau dan terus dievaluasi,” katanya mengakhiri. (udy/yun)

Kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terkait kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) di Indonesia masih tinggi. Dalam 10 tahun terakhir angka kasus itu selalu di atas 100 setiap tahunnya. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mencatat ada 38 kasus selama lima bulan terakhir. YLBHI menilai pemerintah perlu memberikan perhatian serius terkait hal tersebut.

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Beka Ulung Hapsara, mengatakan prinsip dasar hak asasi manusia terkait kebebasan beragama dan berkeyakinan menekankan pada tidak adanya paksaan, dan kebebasan dalam menjalankan kewajiban agama.

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Beka Ulung Hapsara, dalam sebuah webinar. (Foto: VOA/Petrus Riski)


Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Beka Ulung Hapsara, dalam sebuah webinar. (Foto: VOA/Petrus Riski)

Ujaran kebencian, kata Beka, seringkali mengawali kejadian kekerasan maupun pelanggaran hak beragama dan berkeyakinan seseorang maupun kelompok. Selain itu, kasus pelarangan dan penolakan pendirian rumah ibadah, serta kasus penyesatan yang dijerat pasal penodaan agama, justru merendahkan harkat dan martabat manusia.

“Ujaran kebencian itu bukan bagian dari ekspresi berpendapat, bukan bagian dari hak asasi manusia, karena ujaran kebencian atau hate speech itu merendahkan harkat dan martabat manusia,” kata Beka Ulung.

Aktivis keberagaman sekaligus Dosen Filsafat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, Akhol Firdaus, menyebut potret kehidupan beragama dan berkeyakinan di Indonesia masih jauh dari harapan.

Sejumlah lembaga, kata Akhol, mencatat laporan kasus pelanggaran hak asasi manusia terkait kebebasan beragama dan berkeyakinan, meskipun Indonesia memiliki berbagai payung hukum serta sudah meratifikasi instrumen hak asasi manusia PBB. Akhol menilai hal tersebut tidak lepas dari sikap akomodatif dan pembiaran yang dilakukan pemerintah, serta pembuatan peraturan yang justru menimbulkan masalah.

Aktivis keberagaman sekaligus Dosen Filsafat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, Akhol Firdaus dalam sebuah webinar. (Foto: VOA/Petrus Riski)


Aktivis keberagaman sekaligus Dosen Filsafat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, Akhol Firdaus dalam sebuah webinar. (Foto: VOA/Petrus Riski)

“Sepuluh tahun terakhir kita akan mendapatkan suatu potret jaminan kebebasan beragama dan berkeyakinan yang masih jauh dari cita-cita normatif konstitusi kita, maupun berbagai instrumen HAM internasional yang kita ratifikasi,” kata Akhol Firdaus

“Pertama, negara dinilai cenderung bersikap akomodatif. Negara biasanya cara mengakomodasinya dengan cara pembiaran, juga dengan membuat regulasi yang menambah masalah, misalnya soal SKB,” lanjutnya.

Akhol mengajak seluruh masyarakat, khususnya pegiat hak asasi manusia serta aktivis kebhinnekaan, untuk memperjuangkan kehidupan beragama yang inklusif di Indonesia. Kehidupan yang siap menerima berbagai perbedaan yang ada, termasuk diantaranya agama dan kepercayaan.

Para pemuka agama memimpin doa bersama untuk para korban serangan bom bunuh diri 13 Mei 2018, di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Surabaya. (Foto: VOA/Petrus Riski)


Para pemuka agama memimpin doa bersama untuk para korban serangan bom bunuh diri 13 Mei 2018, di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Surabaya. (Foto: VOA/Petrus Riski)

“Salah satu caranya adalah membuat social engineering, membayangkan platform Indonesia 2070, lima puluh tahun yang akan datang gerakan sosial di Indonesia itu harus mampu membayangkan kolom agama hilang di KTP,” kata Akhol.

Artinya, lanjutnya, Indonesia sebagai bangsa harus siap kembali kepada tata hidup keagamaan yang inklusif seperti yang diajarkan oleh para leluhur pada abad 14 masehi.

Beka Ulung Hapsara menambahkan, solusi mengatasi masalah kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia dapat dilakukan dengan memperlebar ruang dialog yang saling terbuka. Selain itu juga dengan penegakan hukum yang adil yang dijalankan oleh pemerintah beserta aparat penegak hukum. Dengan demikian, katanya, gesekan maupun konflik berlatar belakang agama dan kepercayaan dapat dihindari atau di minimalkan. [pr/ka/ah]

Grafik perkembangan kasus COVID-19 di Tanah Air kembali meningkat.

Dilansir dari tribunpalu.com Pada Jumat (25/9), tercatat sebanyak 4.823 kasus baru terkonfirmasi dalam 24 jam terakhir. Laporan ini sekaligus menjadi penambahan tertinggi yang pernah dicatat Indonesia sepanjang masa pandemi, profesional istana.

Kita dianjurkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan cara menggunakan masker ketika berpergian, menjaga jarak ketika di tempat keramaian dan selalu mencuci tangan agar terhindar dari bahaya penularan virus corona ini, profis.

Selain menerapkan protokol kesehatan di atas, tentunya kita juga harus menjaga daya tahan tubuh kita supaya tidak mudah sakit dan terkena virus, yaitu dengan cara berolahraga. Baik olahraga lari, senam hingga olahraga sepeda yang sedang banyak-banyaknya dilakukan masyarakat Indonesia. Karena, daya tahan tubuh yang kuat menjadi salah satu benteng menghadapi virus corona.

Untuk dapat berolahraga di luar rumah atau di tempat umum dengan aman, Gugus Tugas membagikan beberapa tips yang perlu kita lakukan untuk mencegah penularan virus COVID-19 saat berolahraga di luar rumah. 

1. Sebelum melakukan olahraga di luar rumah, pastikan tubuh kalian dalam keadaan sehat tanpa gangguan seperti batuk, demam, pilek, nyeri tenggorokan, sesak nafas. Jika mengalami gangguan kesehatan pastikan kalian tetap melakukan olahraga di rumah. 

2. Hindari kegiatan olahraga yang membutuhkan kontak fisik dengan orang lain. 

3. Tetap terapkan aturan menjaga jarak dengan orang lain saat melakukan olahraga di luar rumah. 

4. Gunakan masker saat berolahraga. Nah, olahraga yang dapat kalian lakukan dengan menggunakan masker adalah olahraga dengan intensitas ringan sampai sedang, atau olahraga yang masih memungkinkan kita untuk berbicara. 

5. Tetap jaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan dengan sabun, serta menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah berolahraga. 

6. Hindari menyentuh area wajah saat sedang berolahraga, terutama seusai menggunakan alat olahraga di tempat umum. 

7. Sesudah berolahraga, segera mencuci tangan, mandi dan mengganti pakaian yang digunakan saat berolahraga di tempat umum. 

8. Jika perlu, kalian bisa membersihkan alat-alat olahraga serta barang-barang yang dibawa ke tempat umum dengan desinfektan ketika sampai di rumah. 

Yuk, terapkan gaya hidup sehat di tengah pandemi dengan cara berolahraga teratur untuk menjaga kesehatan, kebugaran, dan daya tahan tubuh.

Artikel ini telah tayang di Medan.com dengan judul “8 Tips Aman Berolahraga di Tengah Pandemi”.

Banyak pelaku usaha wisata yang sekarang ini mengeluhkan tentang matinya kegiatan wisata di daerah mereka. Tetapi berbagai restriksi terkait wabah virus corona serta protokol kesehatan yang perlu dipatuhi juga memicu kreativitas di kalangan pelaku usaha wisata di tengah pasang surutnya pariwisata pada masa pandemi COVID-19 ini. Sejumlah destinasi dan jenis wisata ‘baru’ kini ditawarkan sebagai pilihan bagi para pelancong, seperti yang disampaikan beberapa pelaku wisata di Aceh dan Yogyakarta.

Pandemi COVID-19 telah berkecamuk di berbagai penjuru dunia selama lebih dari setengah tahun ini. Semua sektor usaha termasuk pariwisata merasakan imbas berbagai restriksi terkait pandemi tersebut.

Fadhlan Amini (dok. pribadi)


Fadhlan Amini (dok. pribadi)

Fadhlan Amini, seorang pelaku usaha wisata di Banda Aceh, merasakan pukulan tersebut. Usai kedatangan wisatawan internasional yang justru sedang memuncak di Aceh pada awal tahun ini, berbagai pembatasan langsung menyurutkan pariwisata di provinsi tersebut sejak Maret hingga sekarang, lanjutnya.

Belakangan, ketika pemerintah pusat memberlakukan agenda new normal atau kebiasaan baru, jelas Fadhlan.

“Muncullah satu tendensi atau tren dari masyarakat lokal untuk memberanikan diri mengunjungi destinasi-destinasi lokal. Seperti beberapa titik persawahan yang ada di kawasan Bireun, kemudian mengunjungi pantai dan sungai-sungai yang boleh dikatakan sebagai destinasi baru karena selama ini tidak begitu populer. Secara keseluruhan, yang menjadi favorit pada saat awal new normal itu adalah ecotourism destination,” tuturnya.

Namun, Fadhlan juga melihat pariwisata di Aceh yang kini kembali meredup seiring bertambah banyaknya korban dan kasus COVID-19. Banyak hotel kosong, bahkan telah ditumbuhi rumput liar, usaha homestay sepi dari tamu, kendaraan wisata dikandangkan di tempat parkirnya kalau tidak berpindah pemilik, dan pelaku usaha beralih ke bidang yang tidak pernah mereka sentuh sebelumnya.

Fadhlan setidaknya tidak perlu berpaling seperti itu. Bersama lembaga Majelis Pariwisata Aceh yang ia dirikan bersama teman-temannya sesama para praktisi wisata senior, mereka mendapat kepercayaan dari Kementerian Pariwisata untuk bekerja sama dengan Fakultas Vokasi di Universitas Muhammadiyah Aceh, di antaranya mengadakan workshop bagi para calon pemandu wisata.

Keadaan sulit yang sama juga dirasakan oleh Windry Tora Simamora, pemilik Eta Holiday di Yogyakarta. Ia mengatakan wisata sekarang mati suri. Agar tetap bertahan, perlu kreativitas dari pelaku usaha, jelasnya. Bisnis yang dipimpinnya sendiri masih mendapat kepercayaan beberapa

DPRD dalam mengurusi penyelenggaraan rapat-rapat atau pertemuan dengan berbagai institusi lokal lainnya.

Berwisata sambil berolahraga, menangkal COVID

Sementara itu seorang pemandu wisata freelance di Yogyakarta, Cahyo Triono mengamati, setelah pandemi merebak, para wisatawan sekarang mulai memperhatikan kesehatan dalam berwisata, sehingga mereka kemudian mengikuti apa yang menjadi protokol kesehatan terkait COVID-19.

Misalnya, memilih hotel di kawasan pedesaan atau tempat-tempat yang tidak banyak orang di sekitar mereka. Selain itu, mereka beralih ke wisata yang memiliki manfaat untuk menangkal COVID, yakni berwisata sambil berolahraga, kata pemilik lisensi tour guide untuk memandu wisata lokal dan tour leader untuk membawa wisatawan ke luar negeri ini. Cahyo menyebut salah satu contoh yang dipandunya adalah wisata bersepeda yang sangat banyak diminati sekarang ini, selain camping, hiking dan trekking serta berbagai olahraga lain yang menjauhi kerumunan orang.

Wisatawan antara lain diajak keluar masuk kampung, berjeda di bantarai sungai sambil menyaksikan kearifan lokal atau menikmati hidangan sederhana di tengah perjalanan mereka, jelas Cahyo.

Cahyo Triono, menjadi pemandu wisatawan untuk berwisata sambil berolahraga (foto: dok. pribadi)


Cahyo Triono, menjadi pemandu wisatawan untuk berwisata sambil berolahraga (foto: dok. pribadi)

Beberapa tawaran maupun permintaan wisatawannya antara lain, “Kalau mereka memang suka dengan downhill misalnya, dengan sepeda gunung ya kita bisa ajak mereka tur di kaki Gunung Merapi. Ada beberapa trek di Jogya, misalnya trek dari kawasan Turgo. Juga ada trek di daerah kaki Gunung Merapi sebelah tenggara, juga ada cukup banyak di sana. Kemudian kalau untuk enduro, naik turun bukit di kawasan pegunungan Seribu tuh juga banyak diminati oleh wisatawan. jadi kita naik bukit, kemudian turun bukit lagi, mengunjungi beberapa candi itu juga cukup bagus untuk mereka,” ungkapnya.

Keliling kota sambil menikmati kopi

Ketiadaan kegiatan selama hampir tiga bulan awal merebaknya pandemi, memicu kreativitas Wiwit Bejo Kurniawan, seorang tour leader yang juga memiliki bisnis transportasi bus wisata. Ia mengamati orang mulai jenuh di rumah dan banyak penggemar kopi. Warung-warung kopi di Indonesia di manapun, tetap didatangi para penggemar kopi, tua maupun muda. Ia lantas menggagas program ‘Coffee on the Bus.’

Sambutannya luar biasa, kata Wiwid dengan penuh semangat. Masyarakat Yogya banyak yang kemudian tertarik untuk liburan sekaligus ngopi.

“Dulu awalnya cuma keliling kota Yogya, sehari empat kali, jam 9, jam 13, 16 dan 19. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, orang gitu-gitu aja bosan akhirnya ya kita coba cari spot-spot foto. akhirnya kita ada ke bandara YIA (Yogyakarta International Airport), bandara baru Yogya, kita di sana ada spot-spot foto bagus. Terus ada sunset Plaosan, ada Bukit Bintang, ada juga Svargabumi Borobudur area, Borobudur Village,” tukasnya.

Wiwit Bejo Kurniawan berpose di dalam busnya yang diubah utk program Coffe on the Bus (foto: courtesy).


Wiwit Bejo Kurniawan berpose di dalam busnya yang diubah utk program Coffe on the Bus (foto: courtesy).

Ia menambahkan, “Di situlah banyak orang yang penasaran ngopi di dalam bis. Mencoba sesuatu yang berbeda, ngopi di rumah sudah biasa ngopi di kedai biasa, sudah biasa. Ngopi di dalam bis, naah, orang penasaran.”

Di dalam bus, pengunjung disuguhi pilihan berbagai kopi dari seluruh Indonesia, selain minuman lain untuk yang tak suka kopi, jelas Wiwid. Yang membuat menarik, peserta wisata ini juga mendapat edukasi tentang kopi dari dalam maupun luar negeri. Tak ketinggalan, ujarnya, di bis juga diputarkan musik-musik tentang Yogya.

Yang jelas, perjalanan wisata yang dilakukan para pelaku usaha ini tetap mengindahkan protokol kesehatan. Seperti kata Wiwid, semua tamu wajib bermasker, dicek suhu tubuhnya, tangan disemprot penyanitasi dan penerapan jarak di dalam bus.

Nah, kalau Anda sendiri, jenis wisata apa yang ingin Anda nikmati? [uh/ab]

Diduga Alami Gangguan Jiwa

MALUT POST – JAILOLO. Diduga alami gangguan jiwa akibat sakit maag, seorang suami berinsial AM (51), warga Kelurahan Tomajiko Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate Pulau nekat membacok sang istrinya berinisial IC (41). Lantaran Kritis, Korban IC lalu dilarikan ke RSUD Chasan Bosoeiri untuk mendapat perawatan medis secara intensif. Kejadian naas ini terjadi sekira pukul 16.oo WIT, Kamis sore kemarin. Aksi brutal sang suami dipicu lantaran diduga mengalami gangguwan jiwa akibat sakit maag yang telah lama diderita. Akibatnya, MA nekat menganiaya sang istri dengan cara yang sadis, yakni menebas bagian belakang kepala, punggung serta leher korban dengan parang.

Setelah menganiaya sang istri, pelaku langsung melarikan diri ke kebun dan bersembunyi di atas pohon kelapa. Namun entah kenapa, lalu melukai dirinya sendiri dengan parang kemudian melompat dari atas pohon kelapa.

Setelah kejadian itu, korban langsung di larikan ke Ternate menggunakan speedboat oleh pihak keluarga dan warga setempat. Tiba di Ternate, korban langsung dirujuk ke RSUD Chasan Boesori untuk ditangani secara medis. Korban pelaku juga ikut dilarikan ke RSUD. “Katanya pelaku sakit maag, jadi langsung menyerang istrinya dengan parang,” kata Ai, salah seorang warga Tomajiko via handphone.

Lanjut Ai, tidak berselang lama usai menganianya sang istri, AM lalu mencoba bunuh diri pohon kelapa dan melukai tubuhnya dangan parang. “Istrinya sudah dilarikan ke RS lebih dulu menyusul suaminya,” tambah Ai

Terpisah, anak korban pelaku berinisial D (24) ikut membenarkan jika sang ayah sudah mengalami gangguan jiwa sekitar 4 tahun akibat maag yang diderita. “Papa sakit maag suda sekitar empat tahun,” cetus D yang merupakan anak kedua. Sementara Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Riki Arinanda ketika dikonfirmasi secara terpisah menyatakan, kejadian ini masih dalam tahap penyelidikan. “Sementara masih dilakukan penyelidikan,” akunya.

Riki menambahkan, selain sakit maag, pelaku juga memiliki riwayat gangguan jiwa sehingga masuk dalam pantauan tim medis puskesmas Hiri.

Dari pantuan di RSUD, baik korban maupun pelaku masi menjalani perawatan medis di ruang IGD.

Sayangnya, sang istri yang menjadi korban pembacokan menghembuskan nafas terakhir dan meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIT tadi malam karena pendarahan hebat. (mg-07/aji)

Tugasnya Diambil Alih Sekkab

MALUT POST – JAILOLO. Bupati Danny Missy mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Halbar Muhammad Marasabessy dari jabatannya. Pencopotan dilakukan karena Muhammad tidak lagi berkantor satu bulan terakhir yang berakibat pada molornya pencairan anggaran kegiatan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Tidak berkantornya Plt Kepala BPKAD ini karena mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) III. Makanya untuk mengisi kekosongan jabatan, bupati menunjuk Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Syahril Abd Radjak mengambil alih Plt Kepala BPKAD menggantikan Muhammad,” kata Sekretaris Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pemkab Halbar Abdul Latif yang dikonfirmasi, Kamis (24/9).

Latif mengatakan, Muhammad hanya dicopot dari jabatan Plt Kepala BPKAD, sehingga posisinya saat ini dikembalikan pada jabatan semula sebagai Sekretaris BPKAD. “Jadi Sekretaris BPKAD tetap dijabat Pak Mo, –sapaan akbar Muhammad–” ungkapnya. Dengan dicopotnya Plt Kepala BPKAD ini, maka terhitung sudah dua jabatan Plt yang dicopot. Sebelumnya Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jaston yang dicopot dan kembalikan ke jabatan definitif sebagai Sekretaris Dinas Pangan. Begitu juga dengan Muhammad Marasabessy. (din/met)

Pencemaran air yang disebabkan oleh sampah—khususnya plastik—makin mengkhawatirkan seiring berjalannya waktu. Bagaimana tidak, limbah bekas pakai manusia yang mencemari perairan tak hanya merusak pemandangan, namun pula mengancam kelestarian habitat yang hidup di dalamnya. Salah satunya Penyu, hewan yang mampu berenang sesaat setelah menetas ini adalah sebuah contoh dari hewan yang terancam kelestariannya karena sampah manusia. Padahal, penyu memiliki posisi yang cukup krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Telur Penyu

Penyu bereproduksi dengan cara bertelur, dan telur mereka dikubur di dalam pasir di sekitaran pantai.

Kemudian, setelah menetas, para tukik—bayi penyu—akan meninggalkan dan langsung berlari ke arah laut secepat yang mereka bisa. Artinya, cangkang telur penyu, baik yang sudah menetas maupun yang gagal menetas, akan tertinggal di pasir. Lama-lama, cangkang ini akan terurai dan zat-zat yang terdapat di dalamnya akan dikembalikan ke tanah sebagai mineral penting yang, tentu saja, dibutuhkan oleh tumbuhan. Itulah mengapa, seringkali di pantai yang jadi langganan penyu untuk bertelur, terdapat vegetasi yang lumayan banyak tidak jauh dari pasir pantai.

Menyeimbangkan Populasi Ubur-ubur

Tadinya, para ahli mengira bahwa semua spesies penyu merupakan vegetarian. Rupanya, justru sebaliknya. Kebanyakan spesies penyu ternyata adalah predator aktif yang mangsa utamanya adalah ubur-ubur.

Apa mereka bisa kenyang hanya dengan makan hewan yang lebih dari 90% tubuhnya adalah air? Jawabannya adalah tidak. Karena itulah mereka harus makan banyak. Penyu-penyu ini rupanya kebal terhadap sengatan ubur-ubur yang menyakitkan bagi sebagian besar hewan lain. Bahkan termasuk ubur-ubur kotak dan Portuguese Man O War.

Jika penyu tidak ada, maka populasi ubur-ubur akan meledak. Sekalinya populasi ubur-ubur meledak di suatu wilayah, akan sulit mengembalikan tatanan ekosistem seperti semula, karena ubur-ubur dewasa memangsa telur ikan, larva ikan, dan ikan-ikan kecil, membuat populasi ikan sulit naik. Populasi sulit naik, akhirnya yang terperangkap di jaring nelayan bukan lagi ikan, tapi ubur-ubur. Mau makan sarden ubur-ubur?

Membantu Perkembangan Terumbu Karang

Penyu membantu perkembangan terumbu karang dengan cara memakan spons-spons dan anemon yang terlalu besar dan menyediakan ruang serta “bahan mentah” bagi pembuatan kerangka koral yang akan tumbuh. Spons laut merupakan makanan yang tidak terlalu populer di laut. Meskipun mereka tidak bergerak—yang berarti gampang ditangkap—spons laut itu keras, strukturnya berduri dan berserat seperti kaca, rasanya tidak enak (tidak ada dagingnya) minim nutrisi, dan dalam beberapa kasus, beracun.

Tapi, hewan laut berabe ini rupanya menjadi makanan favorit penyu sisik (Eretmochelys Imbricata). Penyu sisik bahkan menjadikan spons sebagai 90% makanan utamanya. Penyu ini kebal terhadap berbagai racun yang terdapat di beberapa genus spons laut.

Jadi, kurang lebih begitulah mengapa penyu penting bagi ekosistem dan harus dilindungi. Bagi rakyat jelata seperti kita, cara melindungi penyu cukup mudah: jangan buang sampah ke pantai atau laut—terutama yang plastik—jangan beli produk dari cangkang atau daging penyu, dan jangan makan telur penyu.

Hubungan Intim Terekam CCTV

MALUT POST – TERNATE. Citra pendidikan di Kota Ternate kembali tercoreng. Guru yang bertugas sebagai pendidik, malah melakukan perbuatan asusila. Ironisnya perbuatan tercela ini diduga dilakukan seorang kepala sekolah dasar negeri berinsial MR bersama SA, tenaga guru yang merupakan bawahannya di sekolah tersebut. Keterangan yang dihimpun di lapangan. perbuatan mesum keduanya dilakukan di ruangan guru dan terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV). Kamera CCTV sendiri sengaja dipasang para guru. Lantaran tidak tahan lagi melihat ulah keduanya. Kejadian ini tidak hanya membuat geger internal sekolah, tapi warga di kelurahan tersebut juga marah dan langsung memalang sekolah.

Perbuatan mesum keduanya kini telah ditangani pihak kepolisian setelah suami SA resmi membuat laporan ke polsek pulau Ternate pekan lalu. Kendati begitu, sampai saat ini, keduanya belum juga dipanggil. “Suaminya sudah melaporkan ke polsek dan kami guru-guru juga sudah diminta keterangan oleh polisi,” kata salah seorang guru kepada Malut post, kemarin (23/9).

Aksi mesum keduanya terekam CCTV selama dua hari berturut-turut yakni pada Senin (14/9) dan Selasa (15/9) pekan lalu. Kamera pengintai itu sengaja dipasang oleh sejumlah guru di sekolah tersebut karena hubungan keduanya dinilai telah melewati batas kewajaran dan membuat resah.

Dalam video berdurasi lebih dari 30 menit itu, aksi keduanya berlangsung di tempat duduk ruang guru sekolah. Di hari pertama, SA menggunakan baju gamis. keduanya lalu berhubungan intim layaknya suami istri. Sementara di hari kedua, SA tampak menggunakan pakaian olaraga. Dalam video, tampak SA menghampiri atasannya tersebut. Aksi kali ini terbilang vulgar, keduanya setengah telanjang dan melakukan indehoi berturut-turut empat kali. “Kami hanya minta polisi segera memproses kasus ini karena dilaporkan sudah seminggu lalu, rencana kami dan warga akan aksi di kantor UPTD pendidikan hari ini,” tukas sejumlah guru.

Menurut para guru, hubungan keduanya diduga sudah terjalin sekitar dua tahun dan baru terungkap beberapa hari terakhir. Di sekolah, mereka bertingkah bak suami istri, padahal mereka telah memiliki pasangan masing-masing.

“Kami berulang kali tegur tapi diancam oleh kepsek karena beliau atasan kami,” beber mereka.

Asmara keduanya pernah terbongkar setahun lalu. Saat itu ada salah seorang guru melihat chat mesum via ponsel SA. Isi pesannya, MR mengirim kata ‘Goll‘ kepada SA. Pesan tersebut dikirim oleh MR setelah keduanya berhubungan intim. “Saat itu kami lalu tanyakan ke SA dan dia sudah bersumpah tidak akan lakukan lagi,” ungkap salah satu guru. Desas-desus asmara keduanya saat itu, juga mencuat keluar dan membuat warga Kelurahan Loto, Kecamatan Ternate Barat resah. “Tapi kita sampaikan ke warga kalu itu hanya isu saja. Waktu itu ada satu guru yang dipanggil oleh kepsek dan diancam. Karena pasangan selingkuhannya, SA lapor dan guru tersebut diancam, kalau tidak punya bukti maka dia akan lapor guru tersebut ke polisi,” ujarnya.

Karena semakin resah, sejumlah guru pun berinisiatif membongkar skandal tersebut dengan patungan gaji untuk membeli kamera CCTV. Kamera pengintai itu lalu di pasang di lantai tak jauh dari tempat duduk yang bisa digunakan keduanya berbuat mesum.

Benar saja, aksi keduanya pun terekam kamera tersembunyi tersebut. Video tersebut pun ditunjukan kepada suami SA berinisial NY. Dia lalu langsung melaporkan perbuatan tersebut ke polsek Ternate Barat. Bukti terekam video juga telah disita penyidik sebagai barang bukti.

Kapolsek Pulau Ternate Iptu Indah saat dikonfirmasi menolak berkomentar, dia minta wartawan menghubungi langsung penyidik yang menangani kasus tersebut. “Langsung ke penyidik saja,” kata Indah lantas mengirim nomor kontak penyidik.

Sementara penyidik polsek pulau Ternate Brigpol Ali Ipa membenarkan laporan dugaan perzinahan tersebut. “Sudah (dilaporkan), kasusnya dalam tahap lidik dan pemeriksaan saksi-saksi,” pungkas Ali.

Sekretaris Kota (Sekkot) Jusuf Sunya, saat dikonfirmasi, kaget dan langsung menanyakan kepastian kasus tersebut ke Kepala Dinas Pendidikan (Kadikbud) Ibrahim Muhamad, dan Kadikbud Kota Jusuf membenarkan. Dugaan perbuatan asusila yang dilakukan Kepsek bersama bawahannya itu.

Jusuf mengaku, Dikbud sendiri saat ini telah mengambil langkah memberhentikan keduanya. “Kepsek diberhentikan, ditarik ke Diknas untuk dilakukan pembinaan dan ditunjuk salah satu guru sebagai Plt. Sementara SA dicabut status gurunya dan dibina di UPTD Diknas Pulau,” kata Jusuf.

Jusuf mengaku, sanksi akan diberikan setelah ada proses hukum

“Kalau sampai terbukti, maka akan diberi saksi. Bahkan hingga tingkat pemecatan,” tegasnya.

Sekretaris Diknas Muhmud J. AR, saat dikonfirmasi membenarkan telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikam MR dari jabatan Kepsek. Langkah ini juga sebagai antisipasi jangan sampai warga mengambil tindakan terhadap yang bersangkutan. Selain ini, pergantian ini juga sebagai sanksi dari sisi etika. Karena itu tugasnya dinas. Sementara untuk sanksi pemecatan dari status pegawai, itu menjadi kewenangan lebih di atas. “Saya juga sudah ditemui suami dari SA dan sudah memberikan penjelasan,” terangnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate Anas U Malik mengatakan, tindakan Kepsek dan sala satu guru itu, merusak citra pendidikan di Kota Ternate. Komisi III mendesak Dinas pendidikan untuk segera memberikan sanksi tegas kepada keduanya.

Karena sebagai guru keduanya bukan memberikan contoh yang baik, malah menunjukan contoh buruk. Apalagi jika keduanya masing-masing telah berkeluarga, maka masalah ini dapat berimplikasi hukum. “Kami akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memberikan sanksi tegas kepada mereka dan jika nanti telah ada keputusan pengadilan soal pelanggaran norma hukum, maka sanksi pemecatan bisa dilakukan,” tegas politisi Golkar ini. (mg-03/mg-05/udy/lkh/rul)

40 Relawan Menerima BPJS Ketenagakerjaan

ISTANA FM – TERNATE : Dengan tema nasional “Solidaritas Untuk Kemanusiaan”, PMI (Palang Merah Indonesia) Provinsi Maluku Utara melaksanakan Syukuran HUT 75 Tahun PMI, bertempat di Aula Babullah lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Khairun Ternate, kamis 24 September 2020, dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan. Acara ini dihadiri oleh Jajaran Pengurus PMI Provinsi Maluku Uatar juga Pengurus Kabupaten Kota se Maluku Utara dan Relawan.

Kepala Markas PMI Prov. Maluku Utara, Rosihan, dalam laporan Aktifitas PMI Provinsi Maluku Utara, sesuai Surat Edaran Ketua Umum PMI Pusat Hi. M. Jusuf Kalla, bahwa dalam masa pandemi Covid 19, seluruh PMI Provinsi untuk dapat membantu pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan pandemi Covid 19. PMI Maluku Utara sudah banyak melaksanakan kegiatan Sosial yang langsung menyentuh masyarakat, diantaranya membagikan Masker, melaksanakan penyemprotan disinfektan di rumah rumah ibadah.

Hal menarik lainnya dalam acara Puncak HUT 75 Tahun PMI ini, PMI Provinsi Maluku Utara menyerahkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 40 orang Relawan dari beberapa PMI kabupaten Kota di Maluku Utara untuk dapat memproteksi diri dalam menjalankan tugasnya sebagai Relawan PMI. Selain itu juga di bagikan Handwhasing Station ke beberapa PMI Kabupaten Kota.

Ketua PMI Provinsi Maluku Utara, Prof. DR. Husen Alting, SH., MH yang juga Rektor Universitas Khairun Ternate, dalam Sambutannya merasa bangga dan senang atas kinerja PMI yang sudah di capai sampai saat ini. Dan untuk lebih meningkatkan pelayanan PMI kepada masyarakat Maluku Utara, Ketua PMI ingin membuka pelayanan Ambulance oleh PMI Provinsi Maluku Utara untuk segera dapat di realisasikan.

Acara syukuran Peringatan HUT 75 Tahun PMI di tutup dengan pemotongan Nasi Tumpeng. Indie01

Terkait Bantuan Anggaran Pemulihan Ekonomi Akibat Covid-19

MALUT POST – SOFIFI. Upaya Pemerintah Provinsi Maluku Utara meminta bantuan perusahaan pertambangan untuk menangani pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 terus digencar. Ini ditandai dengan realisasi penandatanganan Nota Perjanjian Hibah Dearah (NPHD) antara Pemrov Malut dan sejumlah perusahaan di Malut.

Penandatanganan NPHD oleh Gubernur Malut Abdul Ghani Kasuba yang berlangsung di Kantor Gubernur di Sofifi kemarin (23/9) akan diberikan sesuai jumlah IUP, yakni 105. Pemrov juga akan mengumumkan perusahaan yang telah memberikan bantuan dan yang tidak memberikan bantuan.

Gubernur Abdul Gani Kasuba pada kesempatan itu sangat berterima kasih atas bantuan hibah dari perusahaan. Darinya lantas meminta Kepala Dinas ESDM Malut Hasyim Daeng Barang maupun Kabag Keuangan agar mengumumkan kepada publik terkait nilai bantuan yang diberikan oleh perusahaan. “Berapa pun itu harus diumumkan, sekalipun itu 500 ribu,” pintanya.

Terpisah Kepala Dinas ESDM Malut, Hasyim Deang Barang menyebutkan, perusahaan dipastikan memberikan hibah itu. Baru PT. NHM yakni Rp 4 miliar, PT. ARA 100 juta. Sehingga totalnya 6,1 miliar. “Sementara untuk yang lainnya masih menunggu kesempatan dari direksi dan pimpinan,” katanya.

Bantuan yang diberikan perusahaan, akan digunakan untuk tracking yang lebih luas ke kabupaten/ kota. Sesuai dengan standar WHO, anggaran yang dibutuhkan untuk tracking standarnya 20 miliar. Untuk penanganan ekonomi, sedikitnya 10 miliar anggaran yang dibutuhkan. Sedangkan jaring pengaman, anggaran yang dibutukan sekitar 15 miliar. Sehingga total anggaran yang dibutuhkan Pemprov untuk menangani hal itu, paling tidak 45 sampai 60 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan Aset Daerah (BPKPAD), Bambang Hermawan bilang, penggunaan dana hibah bantuan ini akan dipantau langsung KPK. “Dana ini tidak akan di gunakan diluar dari penanganan. Estimasi yang kita sudah hitung untuk penangananya membutuhkan dana ratusan milar lagi. Karena kita merasa berat, makanya kita ajak perusahaan sebagai komponen di Malut untuk bersama-sama membantu,” jelasnya. (cr-03/jfr)