Apakah profis pernah mendengar tentang “muntah paus”? Limbah buang dari hewan raksasa ini digadang-gadang memiliki harga puluhan juta per kilogramnya loh, profis! Mengapa bisa semahal itu? Mari kita simak terlebih dahulu mengenai ambergris. Ambergris adalah muntahan atau kotoran (ilmuwan masih berdebat apakah itu muntahan, kotoran, atau dua-duanya) dari Paus Sperma (Physeter Macrocephalus), yaitu paus hiperkarnivora yang suka menjelajah laut dalam untuk mencari makanan

Paus ini memangsa berbagai ikan dan cephalopoda, bahkan cumi-cumi raksasa yang ditangkapnya di laut dalam.

Ambergris adalah salah satu substansi di perairan yang asal-usulnya masih belum pasti. Menurut ilmuwan, kemungkinan besar ambergris diproduksi di usus halus Paus Sperma, dan merupakan campuran dari getah empedu, sisa makanan yang tidak tercerna (misalnya paruh cumi-cumi) dan cairan pelumas perut, yang berfungsi agar sisa-sisa makanan tersebut tidak melukai dinding usus.

Ambergris dikeluarkan di laut lepas oleh Paus dalam bentuk substansi berminyak, sehingga mengumpul dan tidak larut oleh air. Butuh berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, bagi ambergris yang mengapung di laut untuk bisa terdampar ke darat. Selama di laut, proses oksidasi dan fotodegredasi mengubah ambergris menjadi padat, bertekstur seperti kerak, dan agak berlilin. 

Beratnya bisa dari beberapa gram hingga puluhan kilogram. Ilmuwan menduga, bahwa hanya Paus Sperma saja yang mampu menghasilkan ambergris (itu pun tidak semua), dengan perkiraan hanya satu individu dari 300.000 lebih.

Pada abad ke-18 dan 19 ketika perburuan paus marak, Paus Sperma adalah salah satu paus termahal

Saat itu, lebih dari 50.000 ekor paus terbunuh tiap tahun, termasuk Paus Sperma, untuk diambil daging, tulang, baleen, gigi, dan terutama lemak dan minyaknya. Paus Sperma memiliki nilai plus karena juga mempunyai spermaceti (substansi mirip lilin yang membantu mereka bertahan di kedalaman laut, yang digunakan sebagai bahan lilin, mentega, dan kosmetik di era itu). 

Saat ini, berbagai negara sudah melarang perburuan paus sehingga satu-satunya cara untuk mendapatkan ambergris adalah menyisir laut lepas atau berharap ada yang terdampar.

Penemuan ambergris di Selandia Baru

Lantas, Mengapa Ambergris Begitu Mahal?

Berbagai merk parfum melibatkan ambergris sebagai bahan pembuatannya. Ambergris digunakan sebagai bahan yang membuat parfum bertahan lebih lama dan tidak cepat pudar, dan menjaga baunya tetap tajam.

Di zaman dulu, ternyata ambergris juga telah digunakan untuk berbagai kebutuhan. Orang-orang Eropa mencampurnya ke makanan dan berbagai minuman, seperti bir dan koktail. Orang Turki mencampurnya ke kopi. Orang Mesir mencampurnya ke rokok. Orang Tiongkok sampai menamainya “muntah naga yang wangi”. 

Ketika wabah Black Death terjadi, orang-orang Eropa percaya mengalungkan kepingan ambergris bisa membuat mereka kebal terhadap penyakit karena bau wangi yang disebarkannya.

Saat ini, karena kelangkaannya, ambergris pada parfum biasanya digantikan dengan bahan sintetik lain yang terus berusaha dikembangkan agar bisa sepenuhnya mensubstitusi muntahan paus ini.

Setelah mengetahui mengenai ambergris, semoga ilmu profis dapat bertambah, ya!

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *