Dua karya Budiman Ong tahun ini memenangkan penghargaan Good Design Indonesia (GDI). Karya-karya Ong, berupa lampu yang unik dan indah, sukses merebut pangsa pasar kelas atas di dalam dan luar negeri. Sebagai desainer produk ia berharap sinergi antara industri dan desainer tidak lagi hanya menjadi pembuat komoditas namun menginspirasi pasar internasional.

Good Design Indonesia (GDI) adalah ajang di mana pemerintah Indonesia mendorong dan melahirkan inovasi desain anak bangsa untuk memperkuat pasar dan daya saing ekspor Indonesia.

Olvy Andrianita, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kementrian Perdagangan RI (dok. pribadi).
Olvy Andrianita, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kementrian Perdagangan RI (dok. pribadi).

Olvy Andrianita, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kementrian Perdagangan RI mengatakan, “ itu sebabnya pada tahun 2017, diilhami oleh Pak Menteri Perdagangan ketika itu, dilanjutkanlah GDI. Kementrian perdagangan berusaha menyiapkan suatu ruang yang bisa dimanfaatkan oleh para eksportir, desainer atau kolaborasi dari keduanya sehingga bisa masuk ke pasar yang lebih besar lagi yaitu pasar ekspor.”

Pada tahun 2020 GDI menobatkan 26 pemenang, yang memenuhi kategori yang ditetapkan para juri, mulai dari desain produk rumah tangga, furnitur, sepatu, tas tangan hingga lampu.

Budiman Ong, pemilik Ong Ceng Kuang Design, memenangkan kategori lampu, dengan Alur ( Kelopak) dan Bunga Kertas.

Bunga Kertas Putih karya Budiman Ong.
Bunga Kertas Putih karya Budiman Ong.

“Ini menurut saya bagus sekali. Biasanya kan orang kan kalau menggunakan ritsleting hanya untuk baju, kok bisa terfikir untuk membuat sesuatu yang lain yang lebih bermanfaat, lampu. Dia membuat desain yang unik, jadi seperti kelopak, kalau dari jauh tampaknya seperti kerang. Seluruh dewan juri juga melihat keren dan ternyata memang memiliki nilai jual. Sudah ada pesanan,” kata Olvy Andrianita.

Budiman Ong mulai merintis usahanya di Bali pada tahun 2007. Bisnis itu diilhami oleh latar belakangnya sebagai warga Indonesia keturunan Tionghoa.

“Waktu itu saya masih kecil, saya kan Chinese, banyak sekali tradisi, seperti mooncake festival, dimana kita menggunakan lampion. Sedangkan di Indonesia sendiri sebenarnya tidak banyak yang membuatnya,” kata Budiman.

Sejak Mei 2020, karya-karya Budiman Ong, lewat Ong Ceng Kuang Design, merambah produk rumah tangga dengan harga yang lebih terjangkau, diberi nama Jia Design. Karya kedua rumah produksi itu adalah perjalanan desain yang panjang dan tekun sejak tahun 2007.

“Perjalanan itu membawa saya mendapatkan produk untuk GDI selama 10 tahun. Jadi, 2018 kami meluncurkan produk Alur yang paling baru. Ukurannya paling besar yaitu 1,20 meter, dari ritsleting, dengan menggunakan 1.700 ritsleting. Perjalanan ini akhirnya membuat kami bisa membuat barang yang lumayan besar dan powerful,” kata Budiman.

Kelopak at Riverhouse karya Budiman Ong.
Kelopak at Riverhouse karya Budiman Ong.

Olvy Andrianita mengatakan pemerintah bersama mitranya, Jepang, mendukung inovasi produk-produk untuk menyokong produksi ekspor negara.

“Saat ini, bekerja sama dengan G Mark Jepang, jadi produk-produk yang kita anggap terbaik, kita kirimkan ke pasar global. Biarkan juri internasional yang menilai. Kalau mereka sudah menilai, saya kira tentu ada penerimaan dari pasar global ini, sehingga produk-produk Indonesia ini bisa juga menjadi raja di pasar global”.

Karya-karya lampu Budiman Ong, lulusan Gray’s School of Art, Robert Gordon University di Skotlandia, termasuk Alur, sudah dipajang di jaringan hotel di dalam dan luar negeri. Merek dagangnya, Ong Ceng Kuang Design, telah memiliki distributor di Inggris, Amerika, Italia dan Prancis.

Namun, Budiman mengatakan, pangsa pasar domestik sekarang justru menjadi pasar yang sangat menjanjikan. Ia menyambut program-program pemerintah untuk mendorong para desainer menciptakan produk yang orisinil sehingga Indonesia bisa diperhitungkan oleh pasar internasional.

Departemen Perdagangan mengakui, produk Indonesia saat ini masih berfokus pada pemenuhan ekonomi. Namun, Olvy Andrianita percaya, “ke depan memang kita tidak lagi hanya ingin menjual produk semata tetapi mempunyai nilai, kemudian ada keberpihakan, hak ciptanya bersertifikasi, dan tentunya memiliki royalty.” [my/ka]

TT Ads

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *