Apakah profis pernah bertemu dengan orang-orang yang memiliki kemampuan mendengar, membaui, melihat, atau meraba yang sangat sensitif? Beberapa orang memang dikaruniai oleh talenta istimewa ini, profis. Selain itu, kemampuan penginderaan yang begitu peka ini tentunya dapat memberikan kegunaan yang begitu banyak, karena dapat berfungsi untuk mengenali sebuah objek dalam kondisi dimana penginderaan kita tidak dapat berfungsi secara optimal (di ruangan gelap, misalnya).

Nah, kini profis tidak perlu khawatir lagi bilamana tidak memiliki kemampuan bawaan ini. Dengan sedikit berlatih pada metode yang tepat, sejatinya kemampuan ini bisa diasah, kok! Dalam artikel ini, penulis akan membagikan trik rahasia untuk mengasah kemampuan kepekaan panca indera agar penginderaan profis bisa lebih sensitif, dengan cara menjadi nokturnal.

Menjadi Nokturnal

  1. Makanlah yang kenyang pada malam hari sebelum pukul sembilan malam, atau maksimal dua jam sebelum waktu dimana profis biasa terlelap.
  2. Setelah selesai makan, berhenti beraktivitas, termasuk bermain ponsel. Duduklah santai sembari menikmati pemandangan malam hari. Usahakan posisi tubuh dan pikiran serileks mungkin.
  3. Dalam posisi ini, kinerja sistem pencernaan profis akan optimal. Di sisi lain, penginderaan profis akan berkurang pada tahap ini. Tubuh profis di sini sedang dalam proses restart, dimana organ-organ dalam tubuh sedang bersiap untuk beristirahat dan terbangun dalam kondisi prima.
  4. Saat mata mulai mengantuk, rebahkan tubuh profis. Biarkan badan dan otak merasa rileks, biarkan semua yang terlintas di pikiran melayang begitu saja. Saat ini, tubuh profis perlahan-lahan akan kehilangan kontrol dan kesadaran, hingga pada akhirnya terlelap.
  5. Setelah melewati tahapan sebelumnya, dijamin profis akan terjaga saat tengah malam. Saat terbangun, usahakan jangan tidur lagi. Segera duduk dalam posisi tegak dan lakukan segala hal yang membuat tubuh profis tidak lemas dan tidak kembali tidur.
  6. Profis mulai menyadari bahwa aktivitas di sekitar profis sudah tidak seramai sebelum tidur tadi. Dalam posisi ini, selamat, profis telah menjadi nokturnal!

Melatih Kepekaan Indera

Sebelumnya, melatih kemampuan penginderaan profis tidak bisa dilakukan sekaligus di semua panca indera, ya. Jadi pada setiap malam, profis harus memusatkan latihan pada satu indera. Seperti contoh, malam ini profis ingin melatih kepekaan pendengaran.

Profis bisa memulai dengan memejamkan mata dalam posisi berdiri, kemudian dengarkan setiap bebunyian yang perlahan timbul dari keheningan malam. Bunyi detak jam, serangga, angin, dengkuran anggota keluarga yang lain, apapun itu. Biarkan semuanya mengalir di telinga, sembari resapi dan simpan pelan-pelan jenis bebunyian itu di kepala. Perlahan, lakukan hal yang sama dengan mata yang terbuka. Biasanya, untuk melatih hal ini membutuhkan waktu 3-7 hari, sehingga tidak bisa instan ya, profis!

Kemudian, melatih kepekaan penglihatan. Profis bisa mulai dengan mengeksplorasi lingkungan gelap. Tentunya, pertama-tama yang profis dapatkan adalah hitam. Namun seiring beradaptasinya indera visual, maka profis akan dapat mengidentifikasi objek-objek di dalam kegelapan. Untuk proses ini membutuhkan waktu 4-9 hari.

Hal yang sama bisa dilakukan pada saat profis ingin melatih kepekaan penginderaan hidung. Profis bisa mulai dengan mengendus pakaian orang-orang rumah (tapi harus izin dulu, ya!), kemudian resapi dan ingat bebauan tersebut sebagai aroma dari seseorang. Perlahan tapi pasti, penciuman profis pasti akan terlatih dengan baik.

Mengapa Bisa Terjadi?

Dalam posisi nokturnal ini, penginderaan profis dalam kondisi yang sangat fit, karena sebelum tidur, profis telah melakukan proses restart dalam tubuh. Alhasil, kondisi tubuh profis yang sangat prima dapat mempermudah profis pula dalam mengidentifikasi setiap respon dari penginderaan profis, dan juga membuat otak profis dapat merekam semua respon tersebut dalam ingatan.

Semoga metode ini dapat menambah ilmu dan membantu profis dalam melatih kepekaan indera, ya!

TT Ads

One comment

  • sambalado
    sambalado
    Reply

    pernah coba ini pas zaman kuliah dulu. berhasil kalau sblum tidurnya dalam kondisi fit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *