Budikdamber yang merupakan akronim dari Budidaya Ikan di dalam Ember adalah sebuah tren baru di dunia ternak ikan air tawar. Bagaimana tidak, usaha ini dinilai lebih hemat tempat dan modal, sehingga bisa dibilang sangat cocok buat profis sekalian yang ingin memulai beternak ikan untuk konsumsi sendiri maupun komersial. Dalam satu ember berukuran 80 liter, profis bahkan bisa memanen hingga 120 ekor lele.

Namun tentunya, perlu tindakan yang tepat agar ikan tidak mati, karena sebenarnya penanganannya tidak semudah yang profis kira juga. Tapi jangan khawatir, tidak akan rumit sekali, kok! Budikdamber lel e pada dasarnya sama saja dengan budidaya lele pada lazimnya, namun dengan skala yang lebih kecil dan sederhana.

Pemeliharaan kualitas air akan dilakukan oleh lelenya sendiri. Namun, bilamana air sudah terlihat sangat kotor, maka proses sipon perlu dilakukan. Sipon adalah kegiatan membuang kotoran yang ada di dasar ember, juga kadar amoniak yang berada di dasar air.

Air bisa beracun buat lele akibat dari pemberian pakan berlebih. Pakan yang tidak dimakan akan mengendap di dasar ember dan tercampur dengan kotoran yang dibuang lele setelah makan. Campuran ini akan berubah menjadi amoniak yang dapat berujung fatal, dimana lele yang ada di dalam ember akan mati massal.

Nah, untuk profis yang sudah penasaran dengan metode Budikdamber ini, silahkan disimak langkah-langkah dan tips di bawah ini.

Persiapan

  • Ember 80 Liter, disarankan 2 ember agar hasil panen bisa lebih maksimal
  • Kawat
  • Selang Air
  • Tang
  • Starter Bakteri Probiotik
  • Kangkung
  • Gelas Plastik
  • Arang

Tahapan

Ember yang baru dibeli harus dicuci dan digosok sebersih mungkin, lalu rendam selama tiga hari. Setelah tiga hari, buang air rendaman dan endus, apakah embernya masih berbau plastik? Kalau masih, silahkan lakukan ulang tahapan awal tadi. Kalau sudah tidak berbau, maka bisa lanjut ke proses selanjutnya.

Sembari melakukan tahapan di atas, profis bisa menyiapkan air. Air juga perlu diendapkan dulu agar partikel mikronya turun. Untuk air PDAM, bisa diendapkan 3-7 hari, namun untuk air sumur cukup 24 jam saja.

Setelah air dan ember selesai dipersiapkan, tuang air ke dalam ember. Kemudian, beri bakteri probiotik. Aduk seadanya sampai kira-kira sudah tercampur. Jika sudah tercampur, proses tebar bibit bisa dimulai.

Perlu diingat, saat penebaran bibit tidak boleh sekaligus. Biarkan bungkusan bibit mengapung di air ember selama minimal 15 menit. Setelah suhu air di dalam kemasan bibit dan air di ember dirasa sudah sama, barulah buka ikatanya dan biarkan air ember masuk kedalam. Lalu angkat pelan-pelan dan biarkan bibit keluar sendiri. Biarkan bibit di dalam ember dan puasakan 24 jam.

Perawatan

Setelah proses di atas telah dilalui dengan baik, maka profis kini telah berada di tahap perawatan. Pemberian pakan juga harus bertahap dan jangan sekaligus ya, profis! Pastikan bahwasanya pelet yang ditebar ludes dimakan para lele, baru bisa dituang lagi. Karena sisa makanan akan mengendap di dasar ember dan lambat laun akan menjadi berbahaya bagi kandungan air tempat lele dibudidayakan.

Setelah makan, segera tinggalkan lele. Jangan diamati apalagi mengetuk-ngetuk ember. Salah satu kekurangan lele adalah mudah stres. Bilamana stres, lele akan memuntahkan makanannya. Lagi-lagi, makanan yang dimuntahkan akan mempercepat pembentukan amoniak di dalam air, yang berujung fatal bagi kehidupan lele itu sendiri.

Kemudian, proses sipon. Sipon atau pembersihan sekaligus sortir lele (memisahkan lele dengan ukuran kecil dan besar) adalah proses yang sangat penting. Lakukan ini dua minggu sekali dan harus pada saat sebelum lele diberi pakan. Untuk waktu idealnya yaitu jam 9 pagi dan jam 3 sore. Selain untuk menjaga kebersihan air dari kandungan amoniak yang menumpuk (hasil dari kotoran, sisa makanan, dan muntahan lele), proses sortir juga perlu dilakukan untuk menghindari kanibalisme lele.

Setelah melakukan sipon dan sortir, puasakan lele selama 24 jam.

Fungsi Kangkung

Mungkin sedari tadi profis bingung, apa yang menjadi fungsi dari kangkung? Penempatan kangkung berfungsi untuk menciptakan proses nitrifikasi, dimana amoniak yang notabene dapat menjadi racun oleh lele diubah menjadi kandungan nitrat. Dengan adanya kangkung, sesi sipon bisa diundur waktunya.

Kangkung ini juga tidak perlu diberi pupuk lagi, karena nutrisinya sudah terpenuhi oleh air di dalam ember.

Antisipasi Kucing

Kucing adalah hewan yang harus diantisipasi selama pelaksanaan Budikdamber. Untuk mengakali ini, profis bisa menutup ember dengan kawat, atau tutup yang sudah dilubangi di beberapa titik agar daun kangkungnya bisa tetap di luar.

Ternyata, Budikdamber tidak serumit yang profis kira, bukan? Selamat mencoba!

TT Ads

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *