Polres Morotai Lambat Proses Briptu JM

MALUT POST – TERNATE. Proses hukum terhadap Briptu JM, oknum polisi yang bertugas di polres kabupaten pulau Morotai tak kunjung jalan. padahal jauh sebelumnya, Briptu JM telah dilaporkan bidan berinisial M ke Polres Morotai lantaran merasa dirugikan setelah dihamili Briptu JM yang pada akhirnya, tidak mau bertanggung jawab.

Karena merasa laporannya tidak ditindaklanjuti secara serius oleh Polres Morotai, bidan M bersama ke dua orang tuanya lalu bertolak ke Ternate. Didampingi kedua orang tua, yakni Masita (46) dan sang ayah, Julfahmi (48) berserta beberapa angota keluarga, mereka lalu menyambangi kantor Polda Malut. Tujuan kedatangan bidan M bersama pihak keluarga, guna kembali melaporkan Briptu JM.

“Kami datang dipolda malut untuk menanyakan perkembangan laporan kami di polres pulau Morotai sejak tanggal 31 Agustus lalu,”aku Minta, ibu korban di kantor polda, Rabu (14/10).

Lanjut dia, kedatangan pihaknya ke polda hanya ingin mengetahui progtes penanganan hukum terhadap Briptu JM yang sudah menghamili anaknya hingga memasuki usia delapan bulan.

Keputusan pihak keluarga korban bukan tanpa alasan, sebab Briptu JM sampai saat ini belum juga diproses dan masih terlihat berkeliaran.

“Tadi (Rabu Kemarin) Kami mengadu di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan penyidik propam Polda Malut,”tambahnya.

Sebagai orang tua, lanjut Masita, tidak menerima perlakuan Briptu JM. Sehingga dalam kesempatan kemarin, pihak mendesak propam polda Malut agar segera memproses Briptu JM demi memberikan kepastian hukum “Usia kandungan anak saya semakin membesar. kini tinggal menunggu waktu kelahiran. torang terus bangun komunikasi dengan oknum anggota ini, tetapi dia hanya janji. Anak kami serta pihak keluarga dudah menanggung malu datang ke pihak keluarga laki-laki sampai 3 kali, tapi tidak mendapat respon yang jelas,” aku Masita dengan nada terbata-bata.

Diakui Masita, pihak propam dan anggota piket di SPKT sudah menerima laporan. Mereka bahkan ikut mengambil biodata bidan M, anaknya. “Dari polda berjanji untuk terus melakukan monitor proses di polres Morotai. Dan dari kami suda ada lembaga hukum yang ikut mengawal. Beberapa alat bukti sudah dikangtongi. Bila perlu, langsung dilakukan test DNA terhadap anak saya,”cetus Masita.

Dengan tegas, Masita bilang, sebagai orang tua, pihaknya menolak jika ada upaya mediasi.

“Oleh karena itu, kami minta kepada pak kapolda Malut untuk bisa melihat permasalahan ini agar bisa diselesaikan secepatnya ,”pinta Masita.

Terpisa, kabid Humas polda Malut AKBP Adip Rojikan saat dikonfirmasi mengaku kalau pihaknya, termasuk polres pulau Morotai telah menerima laporan dari pihak keluarga M dan sementara diproses, “Laporan sudah ditangani oleh kapolres,”singkatnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Briptu JM diduga menjalani asmara dengan bidan M. Setelah mengetahui sang pacar hamil, Briptu JM mulai jaga jarak dan enggan bertanggung jawap. Mirisnya, Briptu JM bahkan pernah meminta bidan M supaya menggugurkan bayi hasil hubungan gelsp mereka (mg-07/aji)

TT Ads

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *