Wartawan Juga Diintimidasi Oknum Polisi

MALUT POST – TERNATE. Protes terhadap Undang-Undang Cipta Kerja terus disuarakan di berbagai daerah, termasuk di Kota Ternate. Tercatat sudah tiga kali mahasiswa turun jalan memprotes DPR RI yang tergesa-gesa mengesahkan Undang-Undang Omnubus Law tersebut. Selassa (20/10) kemarin, sejumlah mahasiswa kembali menggelaraksi jilid III.

Kali ini, ribuan mahasiswa itu mengatasnamakan Front Mahasiswa yang tergabung dalam Maluku Utara Bergerak (Mabar). Aksi tersebut diwarnai pembakaran ban bekas dan sejumlah insidan saling dorong antara pihak kepolisian dan masa aksi, di depan kantor Wali Kota Ternate.

Ardian Kader Selaku Koordinator aksi mengatakan, aksi penolakan Undang-Undang jilid tiga tersebut, adalah menuntut dibatalkan pengesahan Omnibus Law. Masa juga meminta agar Presiden segera mengeluarkan peraturan pengganti Undang-Undang (Perpu). Menurutnya, Pemerinta Kota maupun provinsi dan DPRD, juga harus bersikap terkait dengan Undang-Undang cipta kerja. “Kami mendesak agar pemprov dan Deprov menolak Undang-Undang Omnibus Law yang merugikan masyarakat,” katanya. Ardian nenambahkan, jika tuntutan aksi tidak diakomodir, maka akan ada aksi susulan dengan target melumpuhkan sektor perekonomianyang berada di daerah. “Aksi tidak akan berakhir pada hari ini (kemarin,red) tetapi ada aksi susulan,” tegasnya mengakhiri.

Pada aksi jilid III kemarin, salah satu insiden yang tak terpuji juga terjadi, yakni pihak kepolisian mengusir sejumlah wartawan yang meliput aksi demonstran tersebut. Tindakan oknum polisi tersebut bermula saat ada satu mahasiswa yang diamankan pihak kepolisian, lawalu wartawan hendak mengambil gambar atas penangkapan mahasiswa tersebut. Tetapi para pemburu berita ini justru dihalangi oleh oknum kepolisian (mg-03/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *