Menjamurnya berbagai gerai fesyen dari berbagai belahan dunia di Indonesia tentunya sangat membantu profis dalam memilah padanan pakaian untuk dipakai sehari-hari. Kehadiran merk-merk dunia hingga ke kawasan daerah sekalipun cukup merepresentasikan gaharnya penetrasi di bidang industri yang terkenal glamor ini.

Namun terlepas dari itu, apakah profis tahu kalau ternyata di balik bisnis yang menjanjikan ini, terdapat dinamika yang menimbulkan kontroversial akibat dapat negatif yang muncul dalam pengoperasiannya?

Fast Fashion

Fast Fashion adalah istilah yang digunakan oleh industri tekstil yang memiliki berbagai model fesyen yang silih berganti dalam waktu yang sangat singkat, serta menggunakan bahan baku yang berkualitas buruk, sehingga tidak tahan lama. Contoh, saat memasuki musim panas. Ritel fesyen tak akan segan-segan meluncurkan berbagai koleksi musim panas. Kebanyakan akan merilis hingga 42 model pakaian dalam satu musim.

Dulu sebelum adanya industri fast fashion, produk fesyen adalah produk yang sangat mahal, karena satu baju dijahit dengan tangan dan sangat detail. Hanya kalangan tertentu saja yang dapat membeli produk fesyen. Lalu semenjak adanya revolusi industri, berdampak pada ditemukannya teknologi mesin jahit sehingga dapat memproduksi produk fesyen.

Fakta Mengerikan Fast Fashion
  1. Semua produk fast fashion memakai bahan baku yang kualitasnya jelek sehingga mudah rusak.
  2. Memperkerjakan para wanita berpendidikan rendah, muda, dan imigran. Mereka harus bekerja selama 14 jam/hari namun mendapat upah yang rendah, tidak ada jaminan asuransi jiwa atau jaminan keselamatan kerja, dan harus bekerja dalam kondisi yang berbahaya untuk memproduksi produk fast fashion.
  1. Industri fast fashion biasanya menggunakan pewarna tekstil yang murah dan berbahaya, sehingga dapat menyebabkan pencemaran air dan beresiko terhadap kesehatan manusia.
  1. Tren ini juga menuai kritik atas alasan hak kekayaan intelektual. Para desainer juga menyatakan bahwa desain mereka secara ilegal diproduksi ulang oleh para peritel.
  2. Membentuk perilaku konsumtif karena tiap musim ada koleksi baru yang diluncurkan.
  3. Bahan katun yang digunakan biasanya dicampur dengan air dan pestisida dalam jumlah yang sangat banyak, sehingga membahayakan para pekerja dan meningkatkan resiko kekeringan, menciptakan tekanan besar pada sumber air, menurunkan kualitas tanah, serta berbagai masalah lingkungan lainnya.
Iklan

2 comments

  • melindadz
    melindadz
    Reply

    pernah kerja di industri ini dlu,,, saya ada liat itu kali di belakang pabrik airnya kotor sekali karena limbah??

  • cialiski
    cialiski
    Reply

    does cialis help prostate tadalafil dosing cialis liquid form

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *