MALUT POST – TERNATE. Penyidik Pegawai Negara Sipil (PPNS) Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate, menyerahkan perkara tahap II, yaitu penyerahan tersangka atas nama RY beserta barang bukti 15 ekor ayam Philipine ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Maluku Utara di Jailolo, Halmahera Barat, Kamis (22/10).

Dalam rilis yang dikirim ke Malut Post, dijelaskan sesuai Laporan Kejadian Nomor 01/HK.410/K.28.C/03/2020 tanggal 9 Maret 2020, Surat Perinta Penyidikan nomor 02.HK.410/K.28.C/06/2020 tanggal 26 Juli 2020, dan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan Nomor SPDP/14/VI/2020/BKPTTE tanggal 29 Juni 2020, diperoleh keterangan kepada PPNS Balai Karantina pertanian Kelas II Ternate, bahwa tindak pidana tersebut didapatkan melalui tangkap tangan oleh petugas gabungan operasi bersama yaitu Karantina Pertanian, KP3 Pelabuhan Jailolo, Karantina Kesehatan Pelabuhan Jailolo dan POM AD Ternate di Pelabuhan Laut Jailolo melalui Kepala KM. Permata Bunda.

Media Pembawa berupa ayam tersebut tidak dilengkapi dokumen kesehatan hewan dan tidak dilaporkan ke petugas karantina. Tindakan ini melanggar pasal 35 ayat (1) huruf a dan c jo pasal 88 huruf a dan c Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Pemasukan ayam atau unggas dewasa lainnya ke Malut juga dilarang berdasarkan Peraturan Gubernur Maluku Utara Nomor 17 Tahun 2007, tentang pengendalian Lalu Lintas, Pemeliharaan dan Peredaran Unggas di Malut. Hal ini disebabkan Malut merupakan daerah bebas flu burung di larang masuk. “PPNS kami sudah lakukan proses penyedikan sejak Bulan Maret 2020, dari mulai pencatatan, pelaporan, pembuatan berita acara, surat-menyurat, pendataan, dan gelar perkara hingga akhirnya kita dapatkan satu orang tersangka,” jelas Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate, Yusup Patiroy.

Tindakan pemasukan Ayam Philipine dari Manado yang dilakukan tersangka terbilang nekat. Ayam tersebut dinaikan ke kapal pada malam hari untuk mengelabui dan mencari kelengahan petugas karantina di Manado. Selanjutnya, ayam disembunyikan di bawa tumpukan kasur penumpang, di dekat kapal paling atas. Ayam tersebut ditemukan oleh petugas gabungan operasi bersama di pelabuhan Jailolo pada tanggal 9 Maret 2020.

Atas tindakan pelanggaran ini, tersangka terancam hukuman pidana penjara paling lama dua tahun dan pidana denda paling banyak Rp 2 miliar, “Beragam modus memang dilakukan oleh oknum yang yang bertanggungjawab. Penyerahan tersangka dan barang bukti ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menegakkan peraturan perkarantinaan,” terang Yusup.

Penyerahan tersangka dan barang bukti dari PPNS Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate Kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Malut, disaksikan Kepala Balai karantina pertanian kelas II Ternate dan korwas PPNS Malut. Kepala Balai berharap ada efek jera dari proses hukum yang telah berjalan sehingga tidak ada lagi oknum yang sengaja bermain-main dengan aturan karantina

Pemasukan unggas dewasa ke Malut bukan sekali ini saja. Sebelumnya, tidak ada alat buti yang cukup kuat untuk melanjutkan prosesnya ke rumah hukum. Pada kasus yang diserahkan ke JPU kali ini, tersangka tertangkap tangan sehingga PPNS Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate bertekad melakukan langkah hukum agar ke depan kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Harapnya, pihak-pihak yang masih mau bermain-main dengan aturan karantina dapat berpikir ulang. Mereka akan berhadapan dengan hukum jika masih mencoba melanggar aturan. Mari kita bersama-sama menjaga Maluku Utara ini tetap bebas flu burung,” pangkas Yusup. (onk/*)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *