Lagi, DPRD Habiskan Rp 480 Juta untuk Keluar Daerah

MALUT POST – TERNATE. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate, kembali berbondong-bondong keluar daerah. Kali ini, Kantor wakil rakyat itu bakal kosong alias sepi selama 5 hari ke dapan.

Sebab jumlah anggota DPRD sebanyak 30 orang yang tergabung dalam tiga komisi itu semuanya berangkat para wakil rakyat ini telah menyelesaikan beberapa agenda, yakni rapat dengar pendapat dengan berbagai SKPD, dalam rangka penyusunan KUA- PPAS APBD tahun 2021. Termasuk agenda pengesahan KUA-PPA tahun 2021.

Kepala Bagian Humas sekretariat DPRD Kota Ternate Abdu Hi Sergi mengatakan, ada tiga rute keberangkatan para anggota DPRD tersebut, yakni Makassar, Manado dan Bitung.

Komosi 1 mengunjungi Kota Bitung, dengan dua agenda. Agenda komisi 1 adalah, mengunjungi inspektorat terkait dengan penyelesaian dan tindak temuan BPK. Kemudian, mengunjungi Dinas Informasi dan cll canter siang 112.

Sedangkan komisi berkunjung ke Dinas Pendapatan Daera Kota Makassar. Kunjungan ini berkaitan dengan pendapatan Asli Daera (PAD). Kemudian, berkonsultasi dengan Disperindag terkait dengan pengelolaan retribusi.

Sementara, komosi III mengunjungi Dinas PUPR Kota Manado, dalam rangka sinkronisasi Pembangunan infrastruktur antar instansi di kawasan timur Indonesia. Selain itu, agenda kedua, mengujungi Dinas PPA terkait fungsi pengawasan anak dan ibu di masa pandemi covid-19.

“Kunjungan kerja selama lima hari. Mereka berangkat pada tanggal 25 sampai tanggal 29 Oktober baru kembali ke Kota Ternate,” ujarnya.

Agenda anggota DPRD kali ini menelan anggaran sebesar Rp 480 juta. Jumlah tersebut terbagi pada masing-masing anggota DPRD sebesar 16 juta per satu anggota. “Anggaran 16 juta untuk sekali perjalanan ke luar daerah bagi para wakil rakyat,” ujarnya.

Dan perjalanan para wakil tersebut bukan hanya di bulan Oktober ini saja. Sebelumnya, pada bulan September dan Agustus kemarin, agenda keluar daerah juga dilakukan wakil rakyat ini.

DPRD yang terlalu sering melakukan kunjungan ke luar daera ini mendapat sorotan dari akademisi Universitas Khairun Ternate, Nurdin I Muhammad. Dosen fakultas ekonomi tersebut menilai, agenda keluar daerah DPRD tersebut merupakan suatu pemborosan anggaran di tengah pandemi civid-19.

Menurutnya, jika agenda tersebut urgen,maka bisa diinisiasi dengan dilakukan melalui virtual agar anggaran bisa dihemat, apalagi saat ini masa pandemi civid belum berakhir.

“Para anggota DPRD Kota Ternate harus sudahi saja menggagunkan cara yang bisa menghabiskan anggaran daerah,” sebutnya.

Nurdin menambahkan, mereka harus lebih fokus terhadap kebutuhan masyarakat saat ini. Misalnya, perekonomian rakyat masih dalam tekanan yang berat. Mestinya sense of crisis tumbuh, bukan dengan melakukan perjalanan ke luar daerah.

“Modus kunjungan kerja ini dilakukn tiap akhir tahun oleh para wakil rakyat tersebut. Jadi sudahilah. Fokus hal-hal yang urgen di KOta ini,” tegas mengakhiri. (mg-03/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *