1 Melarikan Diri, Kini Jadi DPO

MALUT POST – TERNATE. Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku Utara (Malut) menangkap dua oknum anggota polisi dan satu oknum kontraktor asal Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul). Mereka ditangkap karena diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu.

Dua oknum anggota polisi itu adalah Bripka HA yang bertugas di Ditreskrimum Polda Malut dan Aipda MRK yang bertugas di Polres Ternate serta oknum kontraktor asal Kepsul AK. Ketiganya ditangkap, Selasa (20/10) pekan lalu.

Hanya saja, usai ditangkap, Bripka HA berhasil melarikan diri dari petugas BNNP dan kini ia telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 20 Oktober 2020. Informasi yang diterima lewat sumber terpercaya mengatakan, penangkapan dilakukan pertama kali terhadap Bripka HA yang kini menjadi DPO. Ia ditangkap pada satu jasa pengiriman yang berlokasi di Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah.

Di tangannya ditemukan barang bukti sabu seberat 20,18 gram. Setelah diinterogasi, Bripka HA bersama anggota BNNP langsung menuju ke Aipda MRK. Oknum polisi yang bertugas di Polres Ternate itu berhasil ditangkap dirumanya di kelurahan Mangga Dua. Dari tangannya turut diamankan barang bukti sabu seberat 9,03 gram beserta alat isap. “Bripka HA ini sudah memilah-milah sabu sesuai yang dipesan oleh Aipda MRK,” kata sumber terpercaya, kemarin (27/10).

Setelah dilakukan pengembangan, satu jam kemudian, BNNP bersama Bripka HA menuju ke kontrakan AK di lingkuan Falajawa II, kelurahan Bastiong Ternate. AK juga diketahun memesan sabu ke Bripka HA. Kontraktor asal Kepsul itu kemudian diamankan bersama barang bukti sabu seberat 2,86 gram. “Tapi kontraktor ini tidak mengakui itu barang miliknya,” ujarnya.

Diwaktu bersamaan, Bripka HA langsung memanfaatkan situasi kemudian melarikan diri sejak berada dalam rumah kontrakan milik AK. Hingga kini, Bripka Ha masih dicari oleh BNNP

Terpisah, Kabid Propam Polda Malut, AKBP Wahyu Agung Jatmiko, saat dikonfirmasi terkait keterlibatan dua oknum anggota polisi yang mengedarkan norkotika jenis sabu-sabu, dirinya mengaku belum menerima laporan tersebut. “saya belum terima. Coba di konfirmasi ke BNNP dulu,” singkatnya.

Sementara, Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada menuturkan, dirinya telah menerima laporan dari Kasi Propam Polres. Prosesnya sasuai dengan profesionalisme BNNP Malut melakukan penyelidikan. Terkait status oknum anggota tersebut masih menunggu dari BNN. “Nanti liat statatus dia apa,”tambanya.

Terkait sanksi yang akan diberikan kepada oknum anggota tersebut, Adit sapaan akrabnya mengaku, belum bisa dipastikan, sebab pihaknya masih menggu proses yang dilakukan BNN. ” Secara kelebagaan BNNP Malut juga belum menyampaikan ke polres terkait adanya oknum anggota polisa yang terlibat. Tapi kita menghormati proses hukumnya,” katanya.

Penangkapan dua oknum polisi ini mendapat sorotan dari berbagai kalangan, utamanya praktisi hukum.

” Penangkapan dua oknum polisi yang diduga sebagai pengedar dan atau pengguna narkoba ini sangat mencederai institusi Polri. Ini semakin meyakinkan saya bahwa maraknya peredaran narkoba di wilaya Provinsi Maluku Utara khususnya Kota Ternate tidak terlepas dari peran oknum polisi nakal yang selama ini ikut bermain bisnis gelap tersebut,” tegas praktisi Hukum Muhammad Konoras.

Dirinya sangat menyayangkan bisnis gelap narkoba yang melibatkan oknum polisi. “Ini bukan kali pertama.

Berapa tahun lalu ada oknum perwira yang telibat. Ini harus menjadi perhatian dan pelajaran bagi pihak polda untuk lebih meningkatkan pengawasan karena kejadian seperti ini sudah berulang kali,” tukas kedua Peradi Malut ini.

Dirinya berharap Kapolda Malut memaksimalkan pengawasan di internal Polda dan jajaran dalam memberantas narkoba. “Dan jangan lagi menggunakan masyarakat sebagai Banpol, sebab itu hanya membuat publik bertanya-tanya, kenapa Banpol ikut menikmati narkoba tapi tidak di bawa ke pengadilan dan disidang. Menurut saya, memanfaatkan masyarakat sebagai Banpol sangat merugikan masyarakat sendiri,” pungkasnya. (aby/mg-07/aji)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *