Kemungkinan Pola Asuh yang Keliru

MALUT POST – SANANA. Penderita stunting di Kepulauan Sula (Kepsul) tertinggi di Maluku Utara. Padahal angka konsumsi ikan di Kepsul tinggi, dengan demikian stunting tak harus terjadi.

Berdasarkan data online pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) Dinas kesehatan Malut, prevelensi stunting pada triwulan dua April-Juni 2020 di Kepsul mencapai 26,4 persen, dan berdasarkan hasil riset kesalahan dasar (riskesdas) bahkan mencapai 38,6 persen. Sementara angka konsumsi ikan di Kepsul berdasarkan data DKP Malut tahun ini mencapai 64,8 persen.

Menurut Kabid Penguatan Daya Saing Produksi DKP Malut, M.T. Hajatuddin Fabanyo, angka konsumsi ikan Kepsul tertinggi ketiga di Malut setelah Kota Tidore dan Halmahera Tengah (Halteng). “Ketika angka kosumsi ikan tinggi, semestinya menekan angka prevelensi stunting,” kata Oni, sapaan akrabnya. Dia menuturkan kemungkinan titik masalanya pada pola asuh yang keliru. “Bisa juga pernikahan dini. Ada juga yang menganggap makan ikan berlebihan berdampak pada kesehatan,” katanya, di sela-sela acara Safari Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) yang diselenggarakan oleh Anggota Komisi IV DPR RIDapil Maluku Utara Alien Mus di Desa Mangon, Kecamatan Sanana, Kepsul Rabu (28/10).

Semantara Alien menyampaikan, kosumsi ikan bagi ibu hamil semestinya dilakukan sejak mulai hamil. “Bisa saja kosumsi ikan yang tinggi tapi yang makan ikan itu justru lebih banyak orang dewasa. Semua jenis ikan semuanya baik untuk dikosumsi,” ucapnya. Dari sisi anggaran, Alien menyampaikan pemerintah pusat sudah siapkan Rp 1,2 triliun untuk menggenjot program lubang ikan nasional. “Nah, ini saya lebih tekankan pada provinsi agar mampu manfaatkan program ini untuk menekan angka stunting,” harapnya.

Direktur Pemasaran Ditjen Kementerian Kelautan dan Perikanan, Muhmud menyatakan, program sosialisasi ini berkelanjutan.” Utuk di Maluku Utara tahun ini hanya tiga Kabupaten termasuk di Sula. Tahun berikut akan kita lakukan lagi,” ungkapnya. Sementara Pj Bupati Kepsul, Idham Umasangaji berharap agar pusat terutama Alien sebagai representasi masyarakat Malut di pusat, dapat mendorong program ini demi menekan angka stunting Kepsul.” Sula punya potensi ikan yang luar biasa. Karena itu sangat berharap dari Kementerian Perikanan dan Kelautan dapat memperhatikan potensi ikan yang di Sula ini,” ujarnya. (cr-01/onk).

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *