Tak Difungsikan, DPRD Desak Diperindag Cari Solusi

MALUT POST – TERNATE. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate, meminta agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate segera memfungsikan dua bangunan pasar yang habis dinangun tapi tidak difungsikan, alias tidak ada penjual yang menempati atau menjual barang dagangannya. Dua bangunan pasar itu yakni, di lantai dua pasar Bastiong dan Pasar Dufa-Dufa.

Kondisi pasar yang terlihat mubazir ini disoroti anggota komisi II H. Sudarno Taher. Menurutnya, Disperindag secepatnya mengambil langkah solutif, agar bisa mengatasi kekosongan pasar tersebut. Menurutnya, jika tidak ada pedagang yang mau berjualan di tempat tersebut, maka Disperindag harus mencari solusi lain, apakah itu harus difokuskan pada usaha kuliner atau lainnya.

Ia mengatakan, yang paling penting adalah tempat tersebut bisa difungsikan.

“Harus difungsikan, sehingga bisa mendorong sumber pendapatan di tahub 2021 mendatang, terutama dari sektor retribusi. Langkah dari Disperindag dibutuhkan,” ujurnya.

Sudarno menambahkan, DPRD meminta agar ditahun 2021 nanti, kekosongan pasar tersebut bisa segera terisi. Karena dengan demikian, bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Pasar yang mubazir tersebut harus dicarikan solusi. Kami (DPRD) meminta agar Disperindag secepatnya mengambil langkah,” tutupnya.

Sementara di lantai dua pasar Sabi-Sabi sudah difungsikan, dengan menempatkan pedagang pakaian. Pasar Sabi-Sabi ini termasuk pasar yang baru dibangun. Lokasi tersebut ditempati 50 pedagang yang sebelumya berjualan di beberapa lokasi. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate Hasyim Yusup mengatakan, lokasi lantai dua mampu menampung sekitar 100 lebih pedagang. Namun untuk tahap awal ditempatkan 50 pedagang.

Hasim mengaku, pedagang yang menempati lantai dua sebelumnya berjualan di Kota Baru, Bastiong, Dufa-Dufa dan Salero. Karena pedagang ini menilai lantai dua pasar Sabi-Sabi itu menjanjikan sehingga mereka daftar untuk menempati.

Para pedagang ini, kata dia, sudah sejak lama mendaftar untuk menempati lokasi tersebut. Sementara besaran retribusi, pihaknya rencana membicarakannya dengan BP2RD. Dengan harapan agar memberikan keringanan ke pedagang.

Sementara, di lantai satu pasar Sabi-Sabi tersebut kini sudah ditempati pedagang. Di mana tempat tersebut mampu menampung 60 pedagang, yang saat ini sudah beraktivitas. (mg-03/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *