Warga Kembali Mengeluh

MALUT POST – TIDORE. Pembagian bantuan anggaran pemulihan ekonomi dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) terus menuai masalah. Sebelumnya disinyalir, bantuan yang disalurkan ke warga, tidak merata karena muncul dugaan telah dipolitisir, sebagaimana keluhan warga di daratan Obi, belum lama ini.

Bukan hanya itu, alokasi dana bantuan sebesar Rp 2,1 juta yang dijanjikan akan diberikan, belum jelas. Sebagian warga mengaku, saat pendataan kemarin, yang diambil hanya e-KTP saja. Padahal diketahui, dana bantuan pemulihan ekonomi, akan ditranfer dan bisa diambil langsung ke kantor pos. “Saat pendataan kemarin, yang di minta hanya Nomor Induk Pependudukan (NIK).

Ada juga petugas yang hanya foto tong p e-KTP. Dong tara minta tong p nomor rekening makanya kita bingung. Latas pencairan atau transfer dana bantuan nanti bagaimana kalau nomor rekening saja dong tara minta,”ungkapnya sejumlah warga Cobodoe.

Menanggapi ini, Saiful Bahri Latif selaku Kadis Perindakop saat dikonfirmasi, mengatakan, isu pembagian dana pemulihan ekonomi yang tidak sesuai mekanisme dan dipolitisir, tidak benar.

Memang, kata dia mekanisme dalam pendataan telah diubah. Dijelaskan Saiful, dalam pendataan, petugas yang dilibatkan hanya dari pihak kelurahan, bukan staf di Disperindakop. “Kalau bantuan pemulihan ekonomiyang bersumber dari APBN, itu menjadi kewenangan petugas. Sedangkan bantuan yang bersumber dari APBD tidak ada sama sekali karena kas lagi kosong,”ungkapnya.

Dia bilang, polo pendataan terhadap warga penerima bantuan sudah dilakukan hingga ke tingkat Kelurahan dan Desa.”Kita sudah menyurat ke Kelurahan agar ikut membantu dalam melakukan pendataan. Mereka yang didata itu adalah pelaku usaha. Jadi calon penerima juga ada kriteria. Penerima, harus ada usaha berdomisili di Tidore dengan NIK Todore dan bukan dari kalangan birokrasi,” sebutnya.

Dari data yang ada, dilanjutkan dengan verifikasi atau seleksi. “Jadi yang melakukan pendataan itu langsung oleh pegawai kelurahan,” ungkapnya. Pihaknya juga nenargetkan kalau anggaran bantuan akan disalurkan, dalam waktu dekat. “Jangan sampai gara-gara pilkada,target pemulihan ekonomi justru terlambat, target pemulihan ekonomi justru terlambat, makanya kita akan lihat, sebab data masih di imput. Kalau sudah sesuai target, tetap disalurkan. Semua tergantung pendataan dilapangan,”tandasnya. (mg-06/aji)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *