Termasuk Oknum Istri Anggota Deprov, Kasus Nautika Mulai Terang

MALUT POST – TERNATE. Komitmen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut untuk mengungkapkan lebih jau, dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) anggaran pengadaan kapal Nautika di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Malut, dibuktikan. Tindak kurang dari tiga orang saksi pada Selasa (3/11), dipanggil dan diperiksa penyidik. Dari informasi yang diterima, mereka yang sempat diperiksa, yakni HT dari pihak rekanam, ZH selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan RMN dari PPTK. Belakangan diketahui, saksi HT yang sempat diperiksa, adalah istri dari salah satu wakil rakyat di DPRD Provinsi Malut. Hasil pantauan di kantor Kejati kemarin, HT keluar dari ruang penyidik Pidsus usai diperiksa sekitar pukul 15.17 WIT. Tampak HT yang mengenakan baju muslim gamis bermotif, menutup rapat wajahnya dengan masker dan berupaya menghindar dari kejaran wartawan saat hendak dicegat untuk diwawancarai.

Kasie Penkum Kejati, Richard Sinaga saat dikonfirmasi, membenarkan informasi tersebut. Sabut Richard, mereka yang diperiksa berasal dari berbagai pihak. “Dua dari dinas terkait dan dua orang lainnya lagi dari rekanan. Sayangnya, dari empat saksi, hanya tiga yang memenuhi panggilan penyidik. Dua orang dari Dikbud, sementara satunya lagi dari pihak rekanan.” Richard bilang, untuk saksi berinisial RII yang belum memenuhi panggilan penyidik, akan dipanggil kembali. “Pemanggilan akan diagendakan kembali oleh penyidik,” jelasnya. Sebelum itu, penyidik juga sempat malakukan pemeriksaan terhadap 6 orang saksi. Mereka diantaranya, eks plt Kadikbud Malut berinisial JH, mantan Kadikbud, IJ alasan Imran dan eks bendahara berinisial N. Selain itu, ada juga tiga orang saksi lainnya. Praktis, total saksi dalam kasus Nautika yang sudah diperiksa penyidik, sebanyak 9 orang. Pemeriksaan saksi, dilakukan penyidik Pidsus setelah status kasus yang ditangani, resmi ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, proyek pengadaan kapal Nautika di Dikbud, diperuntukkan bagi SMK Swasta di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) tahun anggaran 2019 malalui Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 7,8 miliar. Proyek tersebut dikerjakan PT. Tamalanrea Karsatama.

Selain Kapal, PT. Tamalanrea Karsatama juga merupakan pemenang tender proyek pengadaan alat simulator yang dialokasikan ke tiga SMK. Yakni SMK Negeri I Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), SMK Sanana Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dan SMK Negeri I Kabupaten Halmahera Barat (Halbar). (mg-07/aji)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *