Pajak Golf, Sarang Walet dan Pacuan Kuda Hanya Disiapkan

MALUT POST – TERNATE. Dua Ranperda usulan Pemerintah, yakni ranperda pajak dan ranperda retribusi daerah, yang diduga materinya hasil copy paste dari daerah lain, dibantu pihak pemerintah. Kepalah Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Ahmad Yani Adburahman mengaku, Ranperda tersebut bukan hasil copy paste.

Kata Yani, pihaknya sengaja memasukan pajak golf dan sarang burung walet, untuk mempersiapkan jika suatu saat dibangun fasilitas tersebut atau ada pihak yang menyediakan jenis usaha tersebut, maka dasar pungutannya sudah ada. “Jadi itu bukan hasil copy paste, tapi disiapkan. Jika suatu saat lapangan golf-nya ada berarti sudah dasar pungutannya.”Kata Yani.

Ahmad Yani mengaku, semua objek pungutan ketika dipungut tidak bisa menggunakan keputusan kepala daerah. Tapi dengan dasar Perda, karena itu lapangan golf yang dimasukkan hanya bentuk antisipasi saja.

“Kita antisipasi, karena kalau besok lalu ada yang bangun, tidak mungkin kita langsung ubah Perda. Butuh proses yang panjang,” katanya.

Di sisi lain, dua Perda yang diusulkan Pemerintah ini, diburu agar segera tuntas dalam waktu singkat. Pasalnya, kedua Ranperda ini akan dijadikan dasar untuk menetapkan pendapatan daerah, baik di sektor pajak maupun retribusi. Menurut Sekretaris Kota (Sekkot) Jussuf Sunya, kedua raperda tersebut telah disahkan dan manjadi dasar penetapan pendapatan APBD 2021. PAD Kota akan naik drastis, bahkan kenaikannya bisa mencapai 100 persen. Pasalnya, lanjut Jusuf, objek pajak dan retribusi semakin bertambah.

Dimana sebelumnya ada jenis usaha yang belum ditarik pajak atau retribusi , akibat belum masuk dalam perda retribusi maupun pajak, itu telah diinventarisasi untuk dimasukkan.

“Diantaranya adalah kios merah di sepanjang jalan dan juga Plaza Gamalama serta sport hold yang baru mau diresmikan. Untuk kios merah, lanjut dia, tarif pajaknya ditetapkan berdasarkan skala kawasan. Ada kawasan tertentu yang pajaknya lebih besar, karena pertimbangan di lokasi pusat kota dan ada kawasan di luar pusat kota,” tegasnya.

Selama itu, untuk mall Plaza Gamalama, diyakini memiliki potensi pajak yang cukup besar. Karena ditetapkan dengan perhitungan luas ruang. Namun dia sendiri belum tahu pasti berapa harga per meter yang ditetapkan nanti. “Dari sumber-sumber pendapatan baru ini, tahun depan PAD akan meningkat. Dari sebelumnya Rp 80 miliar sampai Rp 90 miliar di luar kondisi covid, mampu naik dua kali lipat atau 100 persen,” terangnya.

Mantan Kadis Naker ini juga menambahkan, jika proses kedua Ranperda sudah disahkan dalam pekan ini, rancangan APBD ditargetkan pekan depan disampaikan. “Kami target RAPBD 2021 minggu depan, kalau Ranperda-nya sudah tuntas,” tukasnya. (udy/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *