Setelah penghitungan suara pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat selama berhari-hari, akhirnya pada Sabtu (7/11), waktu Amerika Serikat, sejumlah jaringan media termasuk VOA memproyeksikan kemenangan Joe Biden, calon presiden (capres) yang diusung oleh Partai Demokrat.

Seluruh dunia, termasuk Indonesia, ikut memantau perkembangan tersebut. Sejumlah warga optimis hubungan Indonesia dan Amerika akan terjalin semakin baik di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden.

Citra, seorang karyawan sebuah perusahaan media di Jakarta, antusias dengan kemenangan pasangan Joe Biden dan Kamala Harris.

“Sebagai wanita, khususnya, saya sangat bangga dengan keberhasilan Kamala yang menjadi wakil presiden (perempuan) AS pertama,” ujar perempuan berusia 36 tahun itu.

Lebih luas lagi, Citra berharap dengan kemenangan Biden, hubungan Indonesia-Amerika menjadi lebih baik.

“Sebagaimana yang Biden janjikan untuk merangkul warga Muslim dunia,” katanya.

Sementara itu, Lian Gogali, peneliti sekaligus pendiri sekolah perempuan dan sekolah pembaharu desa di Poso, memandang Kamala Harris yang akan menjadi wakil presiden perempuan pertama di Amerika, sebagai sosok penting.

“Bukan cuma karena Kamala Harris memecahkan rekor sebagai perempuan pertama dari Asia, perempuan kulit hitam pertama, yang menjadi wapres, tapi itu juga menunjukkan bagaimana orang-orang di seluruh dunia makin sadar untuk pentingnya peran perempuan dalam kepemimpinan,” ujar Lian.

Selain itu, imbuh Lian, kemenangan Kamala juga memperlihatkan pentingnya menempatkan keberagaman.

Seorang pria membaca berita di situs berita dari laptopnya mengenai kemenangan presiden terpilih Joe Biden dalam pilpres AS 2020, di Jakarta, 8 November 2020. (Foto: AP)

Seorang pria membaca berita di situs berita dari laptopnya mengenai kemenangan presiden terpilih Joe Biden dalam pilpres AS 2020, di Jakarta, 8 November 2020. (Foto: AP)

Saat dilantik pada Januari 2021 nanti bersama Biden, Kamala akan menjadi perempuan berkulit hitam dan keturunan India-Jamaika pertama yang menjadi wapres. Kamala merintis karier mulai dari jaksa penuntut California, Jaksa Agung California, hingga senator.

Akademisi dan pegiat lingkungan asal Palu, Sulawesi Tengah, Nur Sangadji, berharap di bawah kepemimpinan Biden, AS akan kembali menjadi Amerika yang lebih merangkul dunia internasional.

“Saya kira politik ke depan yang dipimpin oleh beliau berdua ini akan lebih sejuk, lebih harmoni dengan bangsa-bangsa. Itu kira-kira harapan kita, sehingga dunia bisa berkembang untuk saling tolong menolong, saling bahu-membahu,” ujar Nur Sangadji.

Hubungan antar bangsa yang lebih harmonis itu, imbuh Nur, akan sangat membantu pada saat ini ketika menghadapi pandemi Covid-19.

“Ini kan satu anugerah yang diberikan Tuhan.Menjadikan musuh bersama – common enemy – dari seluruh bangsa, kita butuh gerakan kekompakan,” katanya.

Sedangkan Putra Saptian Pratama, warga Medan, Sumatera Utara, berpendapat kemenangan Joe Biden menunjukkan bahwa politik populisme, yang selama ini dilakukan oleh Trump tidak bisa menjadi parameter keberhasilan dalam menentukan arah politik negara.

“Nah, hal ini terbantahkan ketika Donald Trump mencoba menggunakan kembali pendekatan-pendekatan nasionalisnya dalam memberikan pengaruh terhadap negaranya. Tapi hal itu ternyata dibantahkan dengan menangnya Joe Biden sebagai presiden AS,” ujar staf lembaga swadaya masyarakat. [rd/em]

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *