MALUT POST – TERNATE. Bisnis ritel Alfamidi dan Indomaret di Kota Ternate mulai tumbuh dan berkembang. Semakin menjamurnya bisnis ritel, turut menyita perhatian masyarakat, termasuk Muammad Asghar Saleh yang notabene adalah kandidat Calon Walikota dan Wakil Walikota Ternate. Bagi Asghar Saleh, usaha ritel seperti Alfamidi dan Indomaret sudah menjadi konsekuensi logis dari segmentasi pasar di kota Ternate yang relatif terbuka dengan investasi. Ashar menuturkan, sekalipun Ternate cukup relatif inklusif dengan investasi, pemerintah kita perlu memberi intervensi melalui kebijakan. Hal itu agar tidak menimbulkan efek domino bagi usaha-usaha kecil.

“Kami pasangan MHB-GAS mampunyai solusi mengenai masuknya investasi di kota Ternate. Solusi yang kami rumuskan itu benar-benar berpijak pada kondisi objektif. Segmentasi pasar kota Ternate ini tergolong relatif terbuka dengan investasi. Sehingga sangat sulit untuk kita tolak. Karenanya, solusi yang kami tawarkan lebih ditujukan pada penguatan dan penegakan aturan main atau kebijakan,” jelas Calon Wakil Walikota M. Asghar Saleh, Minggu (08/11).

Asghar menerangkan, posisi pemerintah dalam konteks relasi negara, masyarakat dan pasar adalah sebagai penengah. Menerima investasi bukan berarti menyerahkan semuanya mengikuti mekanisme pasar. Pemerintah, kata Asghar, harus menjadi penengah agar visi redistribusi kesejahteraan dan penegahan keadilan dapat tercapai. Ia juga memberi contoh terkait bagaimana memastikan produk lokal besa menjadi komoditas di Alfamidi dan Indomaret.

“Semisal bagaimana memastikan agar produk-produk UKM lokal seperti bagea, roti kanari dan dabu-dabu roa dapat dipajang di etalase-etalase Alfamidi dan Indomaret. Para pelaku UKM agak susah memasukan barangnya ke situ. Makanya pemerintah perlu lakukan intervensi lewat kebijakan, tentunya. Jadi kita menerima investasi tidak lantas menyerahkan semuanya ini pada mekanisme pasar. Posisi pemerintah dalam relasi negara, masyarakat dan pasar ini adalah sebagai penengah,” tuturnya.

Selain itu, Muhammad Hasan Bay juga menambahkan, tenaga kerja lokal akan diberi ruang, dilindungi dan diutamakan. Baginya, kehadiran investasi seperti Alfamidi dan Indomaret tidak mesti diartikan selalu sebagai ancaman. Ia menegaskan, jika yang terpenting dari semua itu bagaimana melihat dan memanfaatkan peluang di balik ancaman yang ada.

“Pada intinya, solusi MHB-GAS terkait investasi mengutamakan tenaga kerja lokal dan usaha-usaha kecil. Kalau usaha ritel itu kita jadikan sebagai peluang, maka tenaga kerja lokal itu bisa terserap dengan baik. Tinggal pemerintah melakukan investasi dalam konteks ini. Karena itu, sesuatu yang kita anggap ancaman, sebetulnya bisa menjadi peluang selagi kita memiliki kepekaan terhadap peluang,” pungkas Calon Walikota Hasan Bay. (udy/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *