Terkait Anas Konoras yang Direkomendasikan ke KASN

MALUT POST – TERNATE. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Ternate, berkesimpulan bahwa Kepala Dinas Kominfo Kota Ternate Anas Konoras, terbukti melanggar netralitas ASN. Atas pelanggar tersebut, Bawaslu akan merekomendasikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), untuk diberikan sanksi kepada Anas.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Kota (Sekkot) Ternate Jusuf Sunya mengatakan, pihaknya menghargai putusan Bawaslu terkait kasus yang dilakukan Anas. Sebagai Pemerintah, pihaknya akan terus memantau ASN, mengidentifikasi dan selalu menyampaikan agar mematuhi koridor yang telah ditegakkan dalam aturan.

“ASN memiliki UU Nomor 5 tahun 2014, sebagai pedoman dan juga PP Nomor 42 tahun 2004 tentang pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negara Sipil. Karena ini masih dugaan, tentu perlu Klarifikasi secara benar. Mungkin benar apa disampaikan oleh pak Anas, bahwa hp-nya dimainkan cucunya. Jadi saya kira Bawaslu juga akan lebuh arif dan bijaksana,” katanya.

Sebagai Sekkot, Jusuf mengaku, selalu berkoordinasi, terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan tersebut. Karena itu, dirinya meminta kepada seluruh ASN Pemkot agar, kejadian ini dijadikan pelajaran berharga. Dimana sebagai ASN diikat oleh etika yang harus dijunjung tinggi.

“Ada garis demarkasi terkait ASN. Harus netral dalam setiap momentum politik. ASN memiliki hak politik untuk memilih, gunakanlah pada saat pencoblosan nanti. Jangan gunakan untuk bereuforia,” tukasnya.

Sebelumnya, Bawaslu Kota Ternate mengkaji dan menganalisa hasil keterangan dan klarifikasi dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga melanggar netralitas ASN dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota Ternate.

Dua ASN tersebut adalah Anas Konoras (AK) yang merupakan Kadis Kominfo Kota Ternate, dan Ahmad S Kamis (ASK) yang merupakan ASN di Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) provinsi Maluku Utara (Malut).

Dari hasil kajian dan didukung dengan bukti-bukti yang kuat tersebut, Bawaslu akhirnya memutuskan bahwa keduanya terbukti melanggar netralitas ASN.

Keputusan Bawaslu terhadap dua ASN tersebut telah diumumkan melalui papan informasi, 6 November pekan kemarin. AK dengan nomor temuan 24/ TM/ PW/ Kota/ 32.01/ X1/ 2020 dan ASK dengan nomor temuan 26/ TM/ PW/ Kota/ 32.01/ X1/ 2020, status temuan keduanya adalah ‘Diteruskan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN)’ untuk ditindaklanjuti.

Surat pemberitahuan ditandatangani oleh Ketua Bawaslu Kota Ternate Kifli Sahlan. Sekedar diketahui, bentuk dugaan pelanggaran AK adalah memosting contoh surat suara pesangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Ternate nomor urut 3 yang terposting melalui handphone AK ke grup WhatsApp Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Ternate. (udy/mg-01/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *