MALUTPOST-LABUHA. Oknum bidan berinisial US alias UI, petugas kesehatan yang beraktivitas di Desa Karamat, Kecamatan Kayoa. Dikeluhkan warga, menyusul sikapnya dengan sengaja menolak untuk layani masyarakat saat memeriksakan kesehatan. Aksi penolakan ini menurut warga setempat diduga berlatar belakang karena beda pilihan politik jelang pemilihan kepala daerah 9 Desember mendatang.

Rahman, warga Desa Karamat, kepada media ini menuturkan, saat dirinya mengantar ibu kandungnya untuk periksa kesehatan darah,oknum bidan tersebut menolak untuk periksa kesehatan orangtuanya. “Alasan orang tua saya ditolak kesehatan darah, karena persoalan politik atau beda pilihan, perilaku ini yang saya dapat dari bidan tersebut,” terang Rahman.

Rahman mengatakan, sikap oknum Bidan UI yang dengan sengaja menolak dan tidak mau melayani warga untuk berobat bukan baru satu kali, tetapi yang kesekian kali. “Ini sudah dua kali dia tolak Warga Desa untuk berobat, alasannya politik. Kami sangat heran dengan kelakuan oknum bidan ini. Kami harap ada tindakan dari pemerintah, sebab jangan bawa-bawa politik ke pelayanan kesehatan masyarakat. Ini sangat berbahaya, sebab soal beda pilihan politik itu pribadi masing-masing orang,” tegas Rahman.

Terpisah, Kepala Puskesmas (Kapus) Kayoa, Misna Sidika,yang dikonfirmasi membenarkan, jika keluhan warga soal oknum bidan sudah dia terima. Dirinya yang saat ini sedang mengikuti kegitan di Ambon, mengatakan telah menindaklanjuti informasi dari warga dengan menghubungi oknum bidan tersebut. Misna menegaskan, agar pelayanan kesehatan wajib dilakukan. Soal politik, seharusnya dtidak dikaitkan dengan kesehatan masyarakat.

eski demikian,kami akan dilakukan pembinaan terhadap oknum Bidan itu,bahkan akan diusulkan ke dinas kesehatan Halsel untuk yang bersangkutan diganti,Karena statusnya hanya pegawai tidak tetap (PTT).” Soal pelayanan kesehatan,saya sudah tegaskan untuk wajib dilakukan tanpa alasan karena itu hak masyarakat. Jadi jangan kaitkan dengan politik,dampaknya sangat buruk ke masyarakat.

“Bidan tersebut akan saya panggil untuk dilakukan pembinaan, jika ada laporan yang ketiga kali, dia akan dipecat,” tegas Misna menutup. (sam/lid)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *