Dari Mulut Keluar Darah, Korban Dikanal Tertutup

MALUT POST – TERNATE. Warga lingkungan Gang Kayu Buah RT 01 / RW 01 Kelurahan Takoma Kecamatan Ternate Tengah, digegerkan dengan meninggalnya seorang perempuan penghuni kos-kosan sekira pukul 11 :40 WIT.

Minggu (22/11) kemarin. Perempuan yang kerap disapa Ayu (35) itu meninggal di halaman kos-kosan dekat sebuah kios yang berada tepat di belakang Rumah Makan Ainun.

Sebelum meninggal, ibu muda ini sempat berpapasan dengan Umar (41), penghuni kosan setempat. Dari informasi yang diterima, sebelum ditemukan meninggal dunia, Ayu sempat mengalami pusing. Sakit yang dirasakan itu lalu dikeluhkan ke Umar. Umar lalu menuju ke lantai II, tepatnya di kamar yang dihuni Ayu. Di kamar, dia lalu memberitahukan anak Ayu bernama Ajun, dan Bondan, sang suami. Karena suami Ayu terlelap dalam tidur, saksi Umar hanya bisa membangunkan Ajun.

Keduanya lalu menuruni tangga menuju lantai satu. Tiba di lokasi, keduanya kaget melihat Ayu sudah tergeletak, di sisi kios milik Umar yang berada di area kos-kosan. Posisi Ayu dalam keadaan terlentang dengan kondisi kaki terlipat. Dari mulut Ayu tampak mengeluarkan darah kental kehitam-hitaman.

Ayu terlihat sekarat. Kejadian berlangsung dengan sangat cepat hingga akhirnya Ayu pun menggal dunia. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Ayu sempat berteriak meminta pertolongan. Warga yang mendengar kejadian mulai berdatangan. Penghuni kos-kosan tampak panik. Menerima informasi ini, personil dari Polres Ternate langsung bergerak cepat menuju lokasi.

Tiba di lokasi, polisi lalu melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil identifikasi, polisi tidak menemukan adanya tanda kekerasan fisik di tubuh almarhumah sehingga langsung dilarikan ke RSUD Chasan Bosoeiri untuk dilakukan visum et repertum.

Sementara itu, Bondan (31) suami almarhumah menuturkan, mendiang istrinya memang memiliki riwayat penyakit. “Sering mengalami sesak napas. Istri saya juga punya riwayat sakit ginjal sehingga kerap mengeluh,” ungkapnya.

Ditambahkan Bondan, ia dan istrinya pindah ke Takoma sejak awal pandemi Covid-19 dari kos-kosan lama mereka di Kelurahan Mangga Dua. “Kami pindah setelah nikah siri. Kami menikah sejak 2018 lalu. Selama ini tidak ada masalah, tapi istri saya punya riwayat penyakit,” sambungnya.

Terpisah, Lurah Takoma, Mimi Rahman mengaku tidak tahu-menahu dengan kejadian tersebut. “Saya baru tahu dari wartawan. Makanya saya langsung menghubungi pak RT setempat,” kata Lurah. Bukan hanya itu, pihak sama sekali tidak mengetahui identitas almarhumah meski secara adminstrasi, tinggal di wilayah kerjanya.

“Karena sewaktu ngekos, almarhumah tidak pernah melapor ke RT setempat. Jangankan kami di kantor Kelurahan, warga di sekitar juga tidak mengenal almarhumah. Tapi almarhumah akan disalatkan dan dimakamkan,” tambahnya.

Mimi bilang, semasa hidup, almarhumah tidak pernah bergaul apalagi berinteraksi dengan warga setampat. Sehingga dalam kesempatan kemarin, dirinya menghimbau kepada warga yang baru saja tinggal di Kelurahan Takoma supaya segera melaporkan diri ke RT dan kantor Kelurahan untuk didata. “Apabila datang di Kelurahan atau kos-kosan, wajib melapor agar bisa diketahui pasti identitasnya dengan warga di lingkungan sekitar,” imbaunya. (mg-07/aji)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *