MALUTPOST-TERNATE. Setelah melakukan aksi demonstrasi di Hiri, Aliansi Masyarakat Hiri, kemarin melakukan hearing dengan Pemkot. Hearing yang dipimpin Sekretaris Kota (Sekkot) Jusuf Sunya itu, mempertanyakan tentang perkembangan pekerjaan dermaga yang sementara berlangsung. Alih-alih mencari solusi, warga yang terdiri dari kelompok pemuda ini, ricuh dan nyaris terlibat adu jotos dengan pihak pemerintah.

Awalnya rapat berlangsung normal. Dari pihak pemerintah yang turut hadir selain Sekkot, juga sisten III Tamrin Alwi dan dinas teknis yakni Kadishub Faruq Albaar dan Kadis PUPR Risval Tribudianto. Setelah dibuka oleh Sekkot, Kadis PUPR diminta memberi penjelasan, terkait perkembangan pembangunan Dermaga yang sementara dikerjakan. Risval menjelaskan, sesuai dengan aggaran yang diakomodir sesuai dengan APBD perubahan APBD 2020 saat ini, pekerjannya terkait dengan pengerukan lokasi dermaga, juga pembangunan talud sisi utara. Fungsi dari talud ini, guna mengantisipasi jangan sampai air sungai di sisi utara meluap masuk ke dermaga saat terjadi hujan.

Pihaknya, lanjut Risval, belum berani melakukan pengerukan sampai ke bagian depan. Sebab akan mengubah bentangan alam, jika itu diubah maka butuh izin UPL dan UKL. Selain itu, dia juga menjelaskan tentang pekerjaan tahun 2021. Dimana dana yang terakomodir khusus di Dinas PUPR sebesar Rp697 juta dengan item pekerjaan pembangunan breakwater.

Kendati begitu, Risval mengaku, pekerjaan yang dilaksanakan sementara ini, belum masuk dalam perencanaan pembangunan dermaga. Sebab perencanaan menjadi kewenangan Dishub, namun penyusunannya nanti menyesuaikan pekerjaan yang telah dilaksanakan saat ini. “Kalau pengerukan dan pembangunan talud belum, harus butuh perencanaan yang besar,” ucapnya sambil memukul meja.

Suasana Rapat pun memanas. Wawan yang juga koordiantor aliansi itu, langsung melayangkan piring berisi hidangan kue, yang ada di depannya. Bahkan meja yang ada di depannya juga ikut dibanting. Sambil menunjuk Kadishub, dan mengatai bahwa Kadishub tidak pro-aktif, setiap kali konfirmasi aliansi tidak direspon.

Adu mulut pun tidak terhindarkan. Wawan bahkan nyaris melemparkan Kadishub dengan tas. Beruntung cepat dilerai. Suasan rapat pun menjadi kacau. Kadishub merasa tersinggung dan langsung pergi meninggalkan tempat pertemuan. “Saya tidak berdebat dan lebih baik saya keluar,” tegasnya, sambil turun dari tangga lantai tiga kantor Wali Kota.

Meski Kadishub telah meninggalkan ruangan, Sekkot Jusuf Sunya langsung cepat memulihkan kondisi tersebut. Dia meminta agar Kadis PUPR dan Kadishub, membuka komunikasi yang baik dengan aliansi, terkait dengan perkembangan dermaga. “Tidak bisa ditutup informasi, ketika masyarakat mempertanyakan pekerjaannya,’ pinta Sekkot. (udy/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *