MALUTPOST-DARUBA. Setelah sepekan dinyatakan hilang usai tercebur di sungai Tiabo, Keleon Baridji (70), warga Duma, Kecamatan Galela Barat, Halmahera Utara (Halut) yang berprofesi sebagai Pendeta ini, ditemukan tak bernyawa di pesisir Pantai Dodola.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Malut Post menyebut, korban ditemukan pertama kali oleh nelayan sekitar pukul 06.30 WIT. “Sebelum ditemukan, nelayan sempat mencium bau tidak sedap. Saat nelayan mencari tau asal bau tersebut, ternyata yang ditemukan adalah sesosok mayat yang hanya menggunakan celana pendek dan tanpa baju dengan posisi tengkurap,” terang Mus, salah satu pekerja bangunan di Dodola.

Mus melanjutkan, sesaat setelah ditemukan mayat tersebut, warga yang tinggal di pulau Dodola langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari tahu identitas korban. “Beberapa warga lalu menginformasikan ke Polres Pulau Morotai untuk ditindaklanjuti,” tambah Mus.

Terpisah, Kabag Ops Polres Pulau Morotai, AKP Samsul Bahri, saat ditemui diruang kerjanya membenarkan temuan mayat tersebut. “Usai menerima laporan temuan mayat, tim Reskrim lalu turun melakukan olah TKP, sementara korban Keleon Baridji, lalu dievakuasi dan dibawa ke keluarganya di Desa Duma Kecamatan Galela,” terang Samsul.

Sebelumnya diketahui, Keleon Baridi merupakan korban tercebur di kali Tiabo bersama satu rekannya, Kamis (27/11) lalu. Keleon tercebur saat menyebrangi sungai Tiabo menuju Desa Roko, Halmahera Utara. Keduanya terseret arus, 1 orang berhasil selamat, sementara Keleon Baridji, dinyatakan hilang. Meski tim SAR dan warga setempat turun melakukan pencarian, namun hingga 5 hari, pencarian tersebut membuahkan hasil. Baru di hari keenam, korban Keleon Baridji, ditemukan tewas di bibir pantai Pulau Dodola. (tr04/lid)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *