Konser artis asal Bau-bau Fildan Rahayu di Desa Mintun Kecamatan Taliabu Utara pekan lalu, berbuntut panjang. Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat menggugat Keadilan (MMK), menganggap konser tersebut melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 tahun 2020, tentang pelaksanaan pemilihan Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan Walikota serta Wakil Walikota serentak dalam kondisi bencana Covid-19.

Pendemo juga menyebutkan, kegiatan konser yang difasilitasi panitia dari pihak paslon 02 AMR di Pilkada Taliabu itu tidak sesuai denan titik kegiatan paslon, yang ditetapkan KPU Pulau Taliabu.

“Kami mendesak Bawaslu Pulau Taliabu agar memproses dugaan pelanggaran ini, karena melanggar PKPU nomor 13 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pilkada serentak lanjutan dalam kondisi bencana Covid-19,” kata Korlap aksi, Syahrudin Yoisangaji dalam orasinya di depan kantor Bawaslu Taliabu, Sabtu (5/12) kemarin.

Dia menilai, penentuan zona kegiatan kampanye untuk paslon 01 MS-SM di zona II wilayah utara, dan paslon 02 AMR di zona I Taliabu Barat dan sekitarnya. Namun, ada acara konser yang diduga difasilitasi panitia acara dari salah satu paslon di zona II tanpa Surat Izin dari Kepolisian.

Menanggapi keinginan pendemo, Ketua Bawaslu Pulau Taliabu Adidas La Tea mengatakan, mereka sudah berkordinasi dengan pengawas lapangan di Taliabu Utara. Keterangan Panwascam, kehadiran Fildan untuk menghibur umat Nasrani di Desa Mintun yang melaksanakan Ibadah pada Jumat (4/12) malam.

“Bawaslu tetap memproses sepanjang ada dugaan pelanggaran, baik yang sifatnya temuan atau laporan dan memenuhi unsur formil serta materil,” janji Adidas. Dia mengajak pendemo agar bersama-sama membantu penyelenggara pengawas dalam memantau proses tahapan pencoblosan, Rabu (9/12).

Ketua KPU Taliabu Arisandi La Isa dihadapan massa aksi tersebut menegaskan, sesuai pembagian zona wilayah, kegiatan kampanye paslon berakhir sabtu (5/12). “Dan sesuai jadwal, paslon 01 wilayah utara, dan paslon 02 di Taliabu Barat,” jelas Arisandi. Dia bilang pelanggaran jika pendemo memiliki bukti atas tuntutan itu dilaporkan ke Bawaslu sebagai lembaga pengawas. Karena KPU sebatas lembaga teknis.

Soal netralitas, dirinya berkomitmen penyelenggara KPU tetap netral dan tidak ada keberpihakan kepada siapa pun. “Saya Arisandi menjamin penyelenggara dalam pilkada ini netral.” tegasnya.

Terpisah, Kepala Kepolisian Sektor Taliabu Barat, AKP. Roy Berman Simagunsong menuturkan, kegiatan konser di Desa Mintun dengan menghadirkan ribuan warga, jelas melanggar protokol kesehatan serta tidak didukung izin dari Kepolisian. “Acara itu tidak ada izin, dan yang terjadi disana kerumunan massa. Untuk itu Polsek akan memanggil penyanyi Fildan dan panitia kegiatan itu,” tandasnya.

Pendeta V. Lakahena dari Desa Mintun Kecamatan Taliabu Utara, menjelaskan acara Natal yang digelar oleh Klasis Sula-Taliabu hanya mengudnang beberapa jemaat saja. “Tetapi karena dalam acara tersebut hadir artis dangdut dan calon Bupati Aliong Mus sehingga kerumunan banyak orang tidak bisa dihindarkan,” jelasnya. Dia menegaskan, kerumunan orang di acara Natal itu adalah hajatan keagamaan bukan kampanye. (rid/onk)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *