MALUTPOST-TERNATE. Rasa kekhawatiran Wakil Wali Kota Abdullah Taher, terkait beban anggaran di akhir tahun, cukup tinggi. Kondisi ini terancam akan jadi beban bagi kepala daerah berikut. Hal ini diakui kepala Badan Pengelolaan Keuangan Anggaran Daerah (BPKAD) Taufik Jauhar.

Taufik mengaku, hasil inventansir sementara, beban belanja kepada pihak ketiga yang belum bisa terbayar senilai Rp 10 miliar. Jumlah ini, jika beberapa sumber pendapatan yang diharapkan, baik APBN maupun DBH Provinsi serta PAD tidak bisa terealisasi, maka terancam akan menjadi hutang di tahun berikutnya.

“Sumber dana yang kita harapkan saat ini, Dana transfer kita yang tersisa belum turun. Tinggal 5 persen atau Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar. Selain itu sisa DBH triwulan III dan juga DBH triwulan IV kurang lebih Rp 4 miliar, ditambah dengan realisasi PAD sektor retribusi, jika maksimal. Maka akan diperkirakan akan bisa menutup beban Rp10 miliar ini. Namun jika tidak, maka potensi menjadi hutang akan dapat terjadi,” akunya.

Taufik mengaku, data inventarisir ini masih sementara. karena lampiran dari SKPD belum seluruhnya disampaikan. Karena itu, kemungkinan bertambah masih bisa terjadi. Taufik juga membenarkan, bukan hanya beban kegiatan pihak ketiga yang menjadi ancaman hutang. tapi juga upah pegawai honorer dan TTP juga akan terancam. “Kalau penerimaanya tidak cukup, terpaksa akan dipending. Untuk TTP sudah pasti Desember baru bisa bayar Januari. Karena tunjangan berbasis kinerja, kerja dulu baru bayar,” tukasnya. (udy/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *