MALUTPOST.TERNATE – Tahun 2020 merupakan tahun terburuk bagi petani di Maluku Utara (Malut). Sepanjang tahun itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Malut terseok di bawah angka 100.

Kondisi ini sudah terjadi sejak akhir 2018 hingga saat ini. Di Desember 2020 NTP sempat naik tipis 0,99 persen menjadi 97,52. Sedikit di atas November yang tercatat 96,56. “NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang di bayar petani (Ib). “NTP merupakan salahs satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/ daya beli petani di perdesaan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Malut, Atas parlindungan Lubis.

Dia menjelaskan NTP juga menujukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. “Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani,” jelasnya.

Dia menambahkan secara nasional, NTP Desember 2020 sebesar 103,25, mengalami kenaikan 0,37 persen dibandingkan dengan November 102,86. Pada Desember 2020, terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Malut sebesar 0,66 persen, sedangkan pada tingkat nasional terjadi kenaikan IKRT sebesar 0,58 persen.

“Untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Malut di Desember 2020 sebesar 99,23 atau mengalami kenaikan 1,57 persen dibanding NTUP November sebesar 97,70,” pungkasnya. (tr-02/onk)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *