MALUTPOST.TIDORE – Seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kota Tidore Kepulauan (Tikep) akan divaksin. Untuk tahap pertama akan dimulai Januari hingga April 2020. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tidore Kepulauan, Abdullah Maradjabessy Rabu (6/1).

Dikatakan Abdullah, langkah vaksin bagi Nakes di tahap pertama merupakan sebuah penghargaan karena mereka sebagai garda terdepan dalam melawan Covid-19. tenaga kesehatan adalah orang yang rentan terpapar virus corona,” ungkapnya.

Disebutkan Abdullah, tenaga kesehatan yang terdatar di Kota Tidore Kepulauan sebanyak 1.076 orang. jumlah ini sudah diinput lewat aplikasi online. “Jumlah ini sudah termasuk tenaga honor, tenaga sukarela dan PNS. Jadi ini sebenarnya menjadi penghargaan. Tapi kami belum tau berapa banyak vaksin yang akan diterima Pemkot Tikep,”akunya.

Dari tahap pertama akan dilanjutkan vasinasi tahap kedua. Di tahap kedua, akan dilakukan vaksinasi terhadap orang-orang yang bekerja di pelayanan publik. Seperti TNI, Polri, Perbankan, PLN, PDAM dan orang lanjut usia (lansia). Sedangkan tahap ketiga akan dilakukan vaksin terhadap orang yang bekerja ditempat kerumunan, utamanya pedagang di pasar. Sedangkan tahap empat untuk masyarakat umum.

Abdullah menjelaskan, pembuatan vaksin menggunakan beberapa metode. “Ada kuman yang hidup tapi dilemahkan lalu disuntik. Kalau vaksin Sinovac adalah kuman yang sudah dimatikan sehingga efek sampingnya sangat kecil,” ungkapnya.

Kata dia, vaksin Sinovac pernah diuji di Indonesia sejak Agustus kemarin. Pengujian tahap ketiga dilakukan da Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. “Mereka yang uji klinis ini sebanyak 1.600 orang. Termasuk Ridwan Kamil,” ungkap Abdullah.

Meski begitu, tingkat keamanan atau kelayakan vaksin masih harus diverifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) termasuk izin edarnya ditambah fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Karenanya, vaksin Sinivac belum bisa disuntik jika belum ada rekomendasi BPOM dan MUI. “Kalau sudah ada izin edar dari BPOM dan fatwa MUI baru bisa digunakan. Kalau pemerintah sudah keluarkan vaksin ini berarti sudah ada persetujuan dari BPOM,” tandasnya. (aby/aji)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *