MALUTPOST.TERNATE – Pemerintah Kota Ternate dalam waktu dua tahun terakhir ini, dinilai buruk dalam hal pengelolaan anggaran. Penilaian ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate Mubin A Wahid. Menurutnya, pemerintah Kota Ternate tidak melihat kondisi yang objektif. Semua kegiatan sudah dianggarkan, tetapi dengan adanya covid-19, harus di-pending dulu item kegiatan yang tidak urgent. Hal itu dimaksudkan agar pemerintah lebih fokus pada penanganan dan pencegahan pandemi tersebut. Tapi Pemkot terlihat biasa saja, dan terkesan menutup mata.

“Dampak dari pandemi covid-19 sangat luar biasa. Hal ini yang tidak diantisipasi oleh pemerintah,”ujarnya. Kata Mubin, Pemerintah Kota tidak bisa mengelak, bahwa dua tahun terakhir ini, proses pengelolaan anggaran sangat buruk. Menurutnya, pada tahun 2021 ini, Pemkot harus membayar Rp 81 miliar. Belum lagi antisipasi gaji PTT yang baru diangkat, dengan kisaran sekitar di atas Rp 40 miliar.

Tak hanya itu, ditambah lagi kalau benar ada utang dari program yang belum disampaikan, dan tiba-tiba muncul di tahun 2021. “Pemkot mau ambil uang dari mana, untuk membayar utang tersebut,” ujarnya. Menurutnya, jika pengelolaan anggaran yang baik dan tidak ego, harus melihat kondisi keuangan daerah. Seharusnya pada penyampaian APBD Tahun 2021 saat pembahasan, Pemerintah Kota sudah menyampaikan ke DPRD. Sehingga bisa masuk dalam luncuran APBD Tahun 2020 ke 2021.

Hal ini, agar kegiatan yang lain bisa di-pending, untuk membayar utang yang programnya sudah selesai dilaksanakan dan menjadi tunggakan daerah. Menurutnya, hal itu tidak dimasukkan dalam pembahasan. Seharusnya, sudah ter-cover dalam APBD, bahwa ada program yang sudah selesai yang belum dilunasi. “Ini bisa saja disengaja. Sebab sudah berulang-ulang di tahun 2019-2020, kurang lebih di atas Rp 29 miliar. Kalau benar di tahun 2020 ke 2021 jumlahnya sekitar Rp 15 miliar bahkan Rp 30 miliar, ini yang celaka. Bentuk pengelolaan keuangan daerah yang sangat buruk,” tutupnya. (mg-03/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *