MALUTPOST.TERNATE – Sikap ketidaktegasan wali kota Burhan Abdurrahman, terkait orang pertama menggunakan vaksin covid-19 Sinovac, menuai kritik. Akademisi Unkhair Nurdin I Muhammad menilai, sikap Walikota yang masih pikir-pikir, sebagai orang pertama yang divaksin tersebut justru menimbulkan keresahan di publik.

Menurutnya, sikap Wali Kota itu secara tidak langsung semakin membuat warga Ternate resah. Dengan begitu, jika vaksin ini resmi diterapkan di masyarakat, maka akan banyak warga yang menolak. “Harusnya Walikota dengan tegas mendukung kebijakan Presiden. Karena pelaksana kebijakan di tingkat daerah. Jika Walikota saja mengaku masih harus lihat dulu, bagaimana dengan masyarakat nanti,” tandasnya.

Nurdin menyampaikan, ketidaktegasan orang nomor satu di Pemkot itu, mengindikasikan bahwa Pemkot tidak serius melakukan penanganan terhadap wabah Covid ini. Sebab, Covid sampai saat ini tidak ditemukan obatnya dan tidak dapat dipastikan kapan akan berakhir. Belum lagi, saat ini tujuh Provinsi daerah Jawa dan Bali sudah kembali melakukan Pembatasan Sosial sebagaimana yang terjadi di awal penyerangan Covid.

“Harusnya daerah cepat melakukan antisipasi. Faktanya, pemerintah terlihat biasa-biasa saja, tidak ada lagi kegiatan tracking kontak, dan penjagaan setiap pintu masuk. Bahkan, pengawasan penerapan protokol kesehatan juga sudah tidak lagi berjalan. Kita takutkan jangan sampai terjadi ledakan ulang, dan sulit ditangani lagi. Apalagi fasilitas infrastruktur kesehatan di Ternate yang masih minim seperti ini,” tandasnya. (udy/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *