MALUTPOST.DARUBA – Tidak hanya mendapat penolakan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai, Pedagang di Pasar Gotalamo II juga nyatakan sikap tolak untuk ikut divaksin sinovac.

Sia, salah satu pedagang di pasar Gotalamo II kepada Malut Post yang mengaku, vaksin cukuplah dilakukan kepada pegawai dan juga warga yang sering bepergian keluar daerah. Sebab mereka lebih rawan terkena virus, sementara pedagang yang keseharian berjualan jarang berkomunikasi dengan orang di luar Morotai. “Yang suka keluar daerah dan juga mereka yang bekerja di dalam ruangan ber-AC, itulah yang harus divaksin, kami juga khawatir soal informasi vaksin tersebut, jangan sampai berdampak negatif pada tubuh kita,” kata Sia, pedagang Bawang Rica Tomat (Barito).

Selain Sia, pedagang lain di pasar Gotalamo juga menegaskan, jika Pemda memaksa untuk pedagang tetap divaksin, maka mereka lebih memilih berhenti untuk berjualan di pasar Gotalamo II dan memilih pulang untuk berkebun, ini dilakukan agar tidak berhubungan dengan banyak orang da terhindar dari vaksin. “Kalau tetap paksa, maka saya setop bajual, dan pulang bakobong (berkebun),” tegas pedagang lain.

Senada juga diungkapkan Wani, salah satu warga Daruba mengaku, saat ini sementara anaknya dihimbau untuk tidak ke sekolah guna antisipasi jangan sampai disuntik vaksin. “Saya sementara tidak izinkan anak ke sekolah, takut mereka vaksin. Kami sekeluarga pastikan tidak mau divaksin, kalau mereka datang kerumah, saya suruh ambil obat vaksin dan suntik sendiri di tubuh mereka,” tegas Wani seraya mengatakan, kondisi keluarga dalam keadaan sehat, jangan sampai karena disuntik kemudian sakit. (tr04/lid)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *