MALUTPOST.SOFIFI – Kota Ternate dan Halmahera Barat (Halbar) darurat kekerasan seksual terhadap anak. Ini terbaca dari data yang di-input Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (DPPA) Provinsi Maluku Utara (Malut).

Dalam data tersebut disebutkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak di Kota Ternate tahun 2020 sebanyak 54 kasus, sementara di Halbar 23 kasus. “Ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua, karena kasus seperti tidak bisa dibenarkan, karena menyangkut masa depan anak,” ungkap Kepala Dinas PPA, Hj. Musyrifah Alhadar ketika ditemui di kantornya, Rabu (13/1).

Menurutnya, untuk memberikan perlindungan terhadap anak, pihaknya telah membuat pencanangan Pulau Maitara bebas dari pornografi dengan membentuk aktifitas Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PTBM) sebanyak 40 orang yang tersebar di 10 Desa di Pulau Maitara.

“Tugas PTBM lebih pada pendampingan anak, sehingga ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengarah ke ahlak anak, seperti diajarkan mengaji dan kegiatan keagamaan lainnya,” katanya. Musyrifah menambahkan, secara total di Malut tahun 2020 terdapat 144 kasus kekerasan terhadap anak di delapan Kabupaten/ Kota di Malut.

Dia juga berharap peran orangtua sangat mendidik, menjaga dan melindungi anak serta berani melaporkan kekerasan yang dialami si anak kepada pihak berwajib. “Kalau dibiarkan, maka para pelaku bisa bebas berkeliaran, apalagi kasus kekerasan seksual terhadap anak diselesaikan secara kekeluargaan,” tuturnya seraya mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengawal satu kasus pencabulan di Halbar hingga tuntas. (din/jfr)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *