Komisaris Polisi Sugeng Lestari, Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah mengatakan petugas yang diberangkatkan itu akan membantu menjaga keamanan serta terlibat dalam kegiatan pencarian dan pertolongan korban.“Mereka membawa peralatan-peralatan SAR, kemudian kendaraan untuk kepentingan patroli nanti di sana dan kegiatan-kegiatan yang bisa meringankan atau mendukung masyarakat di Mamuju maupun di kabupaten Majene,” jelas Sugeng Lestari.

Dia menambahkan dua ekor anjing pelacak milik Polda Sulteng juga diikutkan untuk membantu upaya pencarian korban yang tertimpa reruntuhan bangunan yang roboh pasca gempa bumi magnitudo 6,2.

Upacara pelepasan pemberangkatan 48 personel Brimob Polda Sulteng menuju Sulawesi Barat. Jumat (15/1/2021) (Foto: Humas Polda Sulteng)

Upacara pelepasan pemberangkatan 48 personel Brimob Polda Sulteng menuju Sulawesi Barat. Jumat (15/1/2021) (Foto: Humas Polda Sulteng)

Selanjutnya menurut Sugeng, Polda Sulteng juga mengirimkan satu unit kendaraan dapur lapangan dan mobil pengolahan air yang bisa menyuling air kotor menjadi air layak minum. Direncanakan pada Sabtu (16/1) Polda Sulteng akan mengirimkan logistik bantuan untuk daerah terdampak bencana di Sulawesi Barat melalui jalur darat.

Sulsel Kirimkan 10 Ton Beras

Bantuan kemanusiaan juga mengalir dari Sulawesi Selatan yang pada Jumat siang mengirimkan berbagai jenis bantuan kebutuhan dasar di antaranya berupa 10 ton beras, mi instan, gula pasir, ikan sarden, minyak kelapa, selimut dan sarung. Bantuan itu dikirim menggunakan KRI (Kapal Perang RI) Teluk Ende di Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) Makassar.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dalam keterangannya kepada wartawan di Makassar pada Jumat pagi mengatakan pihaknya juga akan mengirim tenaga medis ke Sulawesi Barat.

“Kami juga mempersiapkan untuk mengirim tenaga medis, kita sudah berkoordinasi dengan ketua Palang Merah Sulsel, sudah disiapkan dokter-dokter dan lain sebagainya,” jelas Nurdin Abdullah sesaat sebelum terbang menuju Sulbar dari Lanud Sultan Hasanuddin Makassar menggunakan helikopter BNPB.

Dua alat berat excavator membatu upaya evakuasi korban yang terjebak di bawah reruntuhan kantor Gubernur Sulbar yang roboh, Jumat (15/1/2021) (Foto : Taufiq Lau/ Pemprov Sulsel).

Dua alat berat excavator membatu upaya evakuasi korban yang terjebak di bawah reruntuhan kantor Gubernur Sulbar yang roboh, Jumat (15/1/2021) (Foto : Taufiq Lau/ Pemprov Sulsel).

Menurutnya akan ada satu pesawat Hercules dan tiga helikopter yang disiagakan di Makassar untuk membantu penanganan dampak gempa bumi di Mamuju dan Majene.

Kementerian Sosial Kirim Bantuan Logistik secara Bertahap

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan semua logistik di gudang Sulawesi Barat dikeluarkan untuk membantu masyarakat. Dapur umum akan didirikan di titik pengungsian dimana satu mobil dapur umum bisa memasak sampai 2.000 nasi bungkus dalam satu kali masak sehingga dalam sehari bisa menghasilkan enam ribu nasi bungkus.

“Bantuan logistik seperti matras, tenda, perlengkapan anak, perlengkapan lansia, makanan siap saji dan lainnya dikirimkan secara bertahap mulai pagi ini,” jelas Risma dalam siaran pers Kementerian Sosial.

Kebutuhan dasar dan kebutuhan pokok untuk para korban gempa di Majene dan Mamuju berasal dari gudang di Mamuju dan gudang regional di Makassar.

Kementerian Sosial juga mengerahkan Personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP). [yl/pp]

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *