Cardboard Collectors, Sisi Buruk Negara Singapura — Pagi menyingsing di daratan Singapura. Jarum jam baru menunjukkan angka 5. Namun beberapa lansia nampak telah keluar dari suaka masing-masing seraya mendorong troli barang. Para lansia tersebut bukanlah ingin berbelanja, melainkan memulung kardus guna menyambung hidup. Mereka disebut mendapat label sebagai cardboard collectors.

Infografik Cardboard Collectors
Infografik Cardboard Collectors

Dari pagi buta hingga malam tiba, mereka mampu mengumpulkan hingga 300-400 kg kardus. Per kilogram kardusnya, mereka dibayar sebesar $ 0,04 atau Rp 425. Jika bekerja sepanjang bulan tanpa libur, penghasilan mereka di kisaran $ 900 – $ 1200. Angka yang cukup menggiurkan, bukan? Sayangnya, ini Singapura, bukan Indonesia. Dimana biaya hidup berkali lipat dari negara tercinta kita.

Penghasilan itupun harus dipotong lagi dengan biaya operasional mereka. Mereka biasanya menyewa van untuk mengangkut hasil buruan. Dengan menyewa van, mereka harus membayar biaya sewa, supir, dan bensin. Seringkali penghasilan mereka justru lebih kecil dibanding biaya operasional. Begitu miris.

Pembayaran cardboard collectors

Dimana Keluarga Mereka?

Ada dua faktor yang menyebabkan angka para pekerja lansia ini menjamur di Singapura. Pertama tren tidak menikah lebih tinggi dibanding negara lain. Hal ini menyebabkan ketika usia memasuki senja, mereka tak lain sebatang kara. Yang sialnya, tak semua lansia mendapatkan bantuan pokok dari pemerintah. Sementara di sisi lain, biaya hidup terus merangkak naik seiring majunya industri di Negara Singa itu.

Kedua, karena di sana sendiri orangtua bukanlah pertanggungjawaban wajib seorang anak. Memang, pekerjaan di sana notabene memiliki gaji yang mentereng. Namun ongkos hidup pun sama. Anak-anak mereka yang bekerja hanya mampu menghidupi diri dan keluarganya masing-masing. Itulah yang membuat para orangtua terlantar.

Mendapatkan Bantuan dari LSM

Ada beberapa lansia yang meskipun telah mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun tetap menggeluti profesi ini. Namun ada juga yang tak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Akan tetapi, mereka semua dilindungi oleh sebuah LSM bernama HPHP (Happy People Helping People), dimana LSM tersebut menjamin kebutuhan dasar mereka untuk terus hidup .

Jadi sekalipun penghasilan mereka sedang menurun (karena stok kardus tidak selalu banyak), mereka tetap bisa makan dengan layak.


Belajar dari profesi cardboard collectors, sisi buruk bahkan dimiliki negara Singapura sekalipun dalam lingkup masyarakatnya. Itulah pentingnya mensyukuri anugerah dengan terlahir sebagai warga Indonesia.

Iklan

3 comments

  • pinupcasinoo
    pinupcasinoo
    Reply

    онлайн казино Пин Ап официальный сайт играть на деньги или бесплатно без регистрации

  • HeaterEnazy
    HeaterEnazy
    Reply

    Я извиняюсь, но, по-моему, Вы допускаете ошибку. Могу это доказать. Пишите мне в PM.


    По моему мнению Вы ошибаетесь. Давайте обсудим. Пишите мне в PM. скачать фифа, скачать fifa и фифа 15 кряк торрент скачать фифа

  • petrovich
    petrovich
    Reply

    Год назад у нас с мужем произошла неприятная ситуация, срочно понадобились деньги, чтобы отдать людям, занять было негде, случайно нам посоветовали вот этот сайт. Здесь мы подобрали для себя выгодные условия заема и через 20 минут на карту мужа пришли деньги. Оказалось что среди наших знакомых многие пользуются услугами этого удобного сайта.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *