Terkait Penataan Sofifi Jelang STQ Nasional

MALUTPOST.SOFIFI – DPRD Provinsi (Deprov) Maluku Utara (Malut) menilai penataan Kota Sofifi jelang pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat nasional tidak memiliki perencanaan yang matang. Pasalnya, lampu hias yang dipasang di sepanjang Jalan Kilometer 40 hanyalah hiasan yang tidak mencerminkan keseriusan pembangunan karena terkesan dipaksakan. Ini bisa dilihat dari ada sebagian jalan yang merupakan jalur menuju lokasi pelaksanaan STQ tidak dipasang.

“Dari bundaran menuju Pelabuhan Sofifi tidak dipasang, bahkan dari bundaran menuju Kantor Kejaksaan juga tidak pasang lampu penerangan, itu artinya pekerjaan hanya dilakukan setengah hati,” ungkap Ketua Deprov Malut, Kuntu Daud kepada wartawan, Selasa (19/1). Politis PDI-Perjuangan ini menambahkan, background kota Sofifi yang terpampang di depan Kantor DPRD juga sangat aneh karena Sofifi belum menjadi kota. Melainkan bagian dari Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan.

Jadi kalau ditulis kota Sofifi, maka perlu dipertanyakan dimana letak kotanya. “Jadi, harus diperjelas pembangunan di Sofifi, karena saat ini Sofifi belum Mekar dan masih bagian dari Wilayah Kota Tidore Kepulauan,” katanya.

Dia juga mempertanyakan anggaran kurang lebih 300 miliar yang disiapkan untuk pelaksanaan STQ itu dibuat apa saja. Karena bagi dia, sejauh ini belum diketahui progress pekerjaan apa yang dibuat untuk menyambut STQ. “Jadi, harus dijelaskan anggaran sebesar itu diperuntukkan untuk apa saja dalam menyambut pelaksanaan STQ?” pungkasnya dengan nada tanya. (din/jfr)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *