MALUT POST – TERNATE. Pimpinan DPRD Kota Ternate, menilai Pemerintah Kota (Pemkot) tergesa-gesa dalam melakukan tender proyek tahun 2021. Hal ini ditegaskan Wakil Ketua DPRD Djadid Ali ke pada Malut Post, Selasa (19/1). Di tahun-tahun sebelumnya, tender baru berjalan normal di atas bulan Februari. Kenapa tahun ini, awal Januari sudah dilaksanakan. Ini menimbulkan pertanyaan. “Kira-kira ada apa sampai Pemkot begitu tergesa-gesa. Apalagi masa jabatan Walikota sisa menghitung hari sudah berakhir,” tandasnya.

Politisi Golkar ini mengaku, dari sisi regulasi memang memperbolehkan. Namun, pemerintah juga harus profesional membaca kondisi keuangan saat ini. Selain DPA yang belum tersedia, keuangan di Kades sampai hari ini (kemarin,red), juga belum bisa melakukan pecairan. Bahkan, gaji berkala saja sebagian SKPD belum cair. Selain itu, pemerintah juga mampu membaca politik anggaran di tingkat pusat saat ini. Di mana akibat covid-19 ini banyak hal yang mempengaharuhi, utamanya dalam sistem pengendalian keuangan.

“Saat ini Menteri Keuangan telah memerintahkan lembaga melakukan refocusing anggaran. Ini masih di tingkat pusat. Kita ikhtiar, juga sampai refocusing juga terjadi di tingkat daerah. Jika itu terjadi, maka kondisi yang sama terjadi pada 2020 akan kembali berulang. Karena itu, Pemerintah utamanya TAPD dan juga Walikota harus lebih berhati-hati dalam membaca keadaan ini. Ingat, covid ini masih berlangsung. Artinya, negara ini masih darurat, sehingga dibutuhkan kebijakan yang mengedapankan nasib manusia bukan infrastruktur,” terang Djadid.

Selain itu lanjut Djadid, beban utang pemerintah terhadap pihak ketiga, sampai saat ini belum diketahui berapa angka pasti, termasuk juga beban multi years. “2021 ini beban belanjanya yang terbawa dari tahun 2020 terlalu besar. Sehingga butuh kebijaksanaan dalam penganggaran. Karena itu, kami minta agar kegiatan tender ditangguhkan dulu sementara, dengan mempertimbangkan kondisi ril daerah,” tukasnya. (udy/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *