Terjadi di Kantor Bupati dan DPRD

MALUT POST – DARUBA. Entah apa yang merasukimu, lirik lagu ini pantas dialamatkan kepada petugas pengibar bendera merah putih, di Kantor Bupati dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Morotai. Pasalnya, pada Kamis (21/1) kemarin, kedua kantor tersebut tidak mengibarkan bendera merah putih sesuai ketentuan Undang-undang nomor 24, pasal 9 tahun 2009 terkait kewajiban mengibarkan bendera di intansi Pemerintah maupun swasta.

Pantauan koran ini, sekitar pukul 10.00 WIT di kantor Bupati kawasan Desa Muhajirin Baru, Kecamatan Morotai Selatan, tidak terlihat bendera merah putih berkibar, padahal aktivitas berjalan seperti biasa. “Tidak tahu kenapa bendera tidak dikibarkan, kadang-kadang yang saya lihat, kalau dikibarkan petugas, bahkan sampai lupa waktu penurunan hingga malam hari. Jadi memang penanggungjawab bendera yang kurang teliti,” ungkap warga yang sering beraktivitas di kantor Bupati.

Salah satu petugas Satpol PP yang berjaga di pos depan kantor Bupati kepada koran ini mengatakan, alasan kenapa bendera tidak dikibarkan karena petugas piket sebelumnya meyimpan bendera. “Bendera itu, dipegang oleh penjaga piket kemarin, (Rabu, red), jadi sampai sekarang (Kamis siang), kami masih tunggu petugas tersebut. Memang ada bendera yang lama, hanya saja sudah sobek, kan tidak mungkin kita kibarkan yang sudah sobek,” beber salah satu petugas enggan namanya dikorankan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pulau Morotai, Yanto Gani, dikonfirmasi soal kejadian tersebut mengancam akan memberikan sanksi kepada petugas. “Kalau ini ada unsur kesengajaan maka anggota Satpol PP yang bertugas akan diberikan sanksinya dipindah tugas sebagai cleaning service di kantor bupati,” ancam kasat.

Selain di kantor Bupati, kejadian yang sama juga berlangsung di kantor DPRD Pulau Morotai, pantauan koran ini di halaman kantor DPRD, kawasan Desa Darame, siang kemarin, tampak hanya tiang yang berdiri tegak, sementara kain bendera tidak terlihat. Kepala Bagian (Kabag) umum dan protokoler DPRD Pulau Morotai, Husen Mony, dikonfirmasi mengatakan, alasan bendera merah putih tidak dikibarkan lantaran ada pekerjaan pagar di depan kantor DPRD.

“Kemarin ada pekerjaan jadi dilepas,” singkatnya. Keterangan Husen Mony dengan fakta dilapangan bertolak belakang, sebab berdasarkan pantauan koran ini, tiang bendera tetap berdiri dan tidak dilepas atau dipindahkan saat pekerjaan rtembok dilakukan. (tr04/lid)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *