MALUTPOST.JAILOLO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Maluku Utara mendistribusikan jatah vaksin Sinovac ke Halmahera Barat, Selasa (26/1). Jumlahnya 1.840 dosis yang ditampung di gudang farmasi Desa Guemadu Kecamatan Jailolo.

Tak seperti biasanya, petugas Dinkes Malut yang mengawal vaksin ke Halbar ini ‘disemprot’ Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Halbar Rosfintje Kalengit dan Kabag Sumda Polres Halbar AKP Paulus Trimaresa karena tidak dikoordinasikan. “Soal vaksin ini kami di Polres Halbar selalu rapatkan dengan Forkopimda terkait teknis pelaksanaannya. Jadi sangat disayangkan kalau saat vaksinnya datang tidak berkoordinasi dengan kami,” tandasnya.

Rosfintje mengatakan, jika Pemprov berkoordinasi maka Pemkab Halbar akan berkoordinasi dengan Forkompinda untuk menjemput vaksin asal China itu hingga dibawa ke tempat penampungan gudang farmasi. “Kalau tanpa koordinasi dan mendadak seperti ini, maka dari pihak kepolisian pun tidak akan datang,” terangnya. Sementara hal yang sama juga disampaikan Kabag Sumda Polres Halbar AKP Paulus Trimaresa. Paulus menyayangkan sikap petugas Dinkes Malut. “Atas instruksi Kapolri setiap jajaran Polda dan polres siap mengawal pendistribusian vaksin virus corona (Covid-19). Tetapi yang ada saat ini kami di polres Halbar justru tidak diikordinasi saat vaksin tiba di Halbar,” tandasnya.

Rosfintje mengatakan setelah diterimanya vaksin ini, dalam waktu dekat akan dikoordinasikan dengan pemda maupun puskesmas terkait kesiapan pelaksanaanya. “Vaksin yang disitribusikan tahap pertama ini untuk 981 tenaga kesehatan (Nakes) termasuk 10 Pejabat Daerah,” ungkapnya.

Jumlah Nakes yang akan divaksin ini terdiri dari tenaga kesehatan di 14 Puskesmas, RSUD, gudang farmasi dan Dinas kesehatan. “Kami sudah siap untuk semua yang bekerja di fasilitas kesehatan baik yang berstatus tenaga kesehatan maupun non kesehatan akan divaksin,” ucapnya. Selan itu, tenaga vaksinator di masing-masing puskesmas juga mulai disiapkan. Untuk Nakes ini teknisnya harus ada SMS Plus atau pemberitahuan dari Peduli Lindungi.

Setelah mendapatkan pemberitahuan barulah mendaftar untuk diperiksa dan divaksin. “Saat ini sudah ada sebagian di puskesmas yang sudah menerima pemberitahuan tersebut,” katanya. (met)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *