MALUTPOST.WEDA – Karyawan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) berinisial FSP alias Fanly (25) warga Minahasa Selatan akan segera diadili. Pasalnya, kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakoninya hingga korban meninggal dunia itu, saat ini sudah tahap II. Ini berdasarkan surat dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Tengah Nomor : B-33/Q.2.15/Eku./01/2021 tanggal 22 Januari 2021 perihal pemberitahuan penyidikan sudah lengkap (P.21). Kemudian Surat Pengantar Pengiriman Tersangka Nomor : B/43/1/2021/Reskrim tertanggal 25 Januari 2021 perihal penyerahan tersangka dan barang bukti.

Tersangka disangkakan melanggar pasal rumusan pasa 44 ayat (30 UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman paling lama 15 tahun dan atau pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiyaan dengan ancaman pidana paling lama 7 tahun. “Dua pasal ini yang disangkakan kepada tersangka. Kita pakai pasal alternatif setelah koordinasi dengan JPU,” kata Kasat Reskrim AKP Abd Halim Rangkuti, Jumat (29/1) kemarin.

Saat ini tersangka dan barang bukti juga sudah diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), sehingga tersangka sudah resmi menjadi tahanan Jaksa. Sementara Kasi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Yasser Smahati yang dikonfirmasi membenarkan kasus tersebut sudah tahap II. “Polres sudah tahap II kasus ini dan kami sudah terima,” ucapnya. Diketahui kasus ini menewaskan Novelia Johana Magdalena Kemenangan (25) warga Minahasa Selatan. Korban tak lain adalah istri tersangka. Kasus itu terjadi di kamar kos Desa Lelief Swani Kecamatan Weda Tengah, Kamis (1/10) sekira pukul 10.00 WIT.

Saat itu tersangka Fanly bersama istrinya sedang adu mulut di dalam kamar kos. Cek-cok terjadi karena tersangka kesal dengan sikap dan tingkah laku korban. Di mana setiap keduanya bertengkar korban sering membuat status pada instagramnya terkait permasalahan rumah tangga mereka. Tersangka yang tidak lagi mengendalikan emosinya membanting semua barang dalam kamar. Sehingga dispenser, piring dan gelas termasuk air galon berserakan dilantai.

Selanjutnya tersangka kemudian mengambil bensin yang berada didekat pintu lalu menyiram kasur yang disandarkan ke tembok kamar kurang lebih 1/2 liter. Sialnya saat itu tersangka yang sedang memegang korek api gas tanpa sadar menyalahkan korek tersebut. Alhasil uap bensin yang berada di lantai seketika langsung menyambar percikan api yang berasal dari korek gas tersebut. Akibatnya didalam kamar terjadi kebakaran. Keduanya pun terbakar. Namun istrinya meninggal saat mendapat perawatan di RSUD Chasan Boesoirie Ternate. (mpf/met)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *