MALUT POST – TOBELO. Sungguh malang nasib yang dialami gadis belia (16) asal Kecamatan Galela Utara, Halmahera Utara (Halut) ini. Dia diduga menjadi korban pemerkosaan kerabat dekatnya sendiri. Sejak berusia 13 tahun, kehormatannya telah dirusak oleh AK yang tidak lain adalah ayah kandungnya sendiri, OH (35) paman dan KA (64) kakek. Ketiga lelaki ini bukanya menjaga dan melindungi korban. Mereka justru dengan tega merusak masa depan korban. Informasi yang dihimpun Malut Post menyebutkan, ayah, paman dan kakek korban sudah merusak kegadisan korban sejak 2017.

Perbuatan bejat ketiganya ini baru terbongkar beberapa hari lalu. Setelah mengetahui kejadihan ini, YH (35), sang Ibu langsung mendatangi Unit Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (29/1) pekan lalu, untuk mengadukan kejadian tersebut. “Kami baru menerima laporan dugaan pemerkosaan ini dari salah satu kerabat korban pada Jumat pekan lalu,” kata Kasubag Humas polres Halmahera Utara, AKP. Mansur Basing, kemarin (31/1).

Menurut dia, dugaan kasus pemerkosaan anak di bawah umur ini melibatkan orang dekat korban, yakni ayah kandung korban. Ketiganya diketahui berprofesi sebagai petani di wilayah Galela Utara. “Keterangan sementara dari pihak pelapor, bahwa perbuatan ayah korban serta paman dan kakek korban ini sudah berlangsung sejak 2017 hingga 2020,” beber Mansur.

Sesuai keterangan yang diperoleh, pemerkosaan yang dilakukan oleh sang kakek bermula saat ayah korban menyuruhnya pergi mengikuti kakeknya untuk mengambil sageru (minuman keras lokal) di kebun. Di tengah jalan menuju ke kebun, tiba-tiba kakek korban memeluknya dari belakang kemudian memaksa membuka celana korban. Dengan sekuat tenaga korban berusaha memberotak, tapi karena kondisi fisiknya yang kecil dia tak mampu melawan lebih lama. “Korban lalu diperkosa,” terangnya.

Kejadian yang membuat trauma korban ini kembali terjadi, kali ini ayah korban sendiri yang manjadi pelakunya. Bahkan kejadian itu berlangsung di rumah mereka. Dalam kondisi mabuk, korban dipaksa melakukan hubungan layaknya suami-istri. Karena berapa di bawah ancaman korban hanya bisa pasrah. “Diduga kejadian ini sudah berulang kali,” tukasnya.

Tak hanya kakek dan ayah korban. Pamannya juga tega melakukan perbuatan tersebut kepada keponakannya sendiri. “Pamannya dalam keadaan mabuk juga memperkosa korban. kejadiannya di tahun 2020,” ujarnya.

Setelah menerima laporan dari pihak keluarga, aparat langsung bergerak cepat dihari itu juga untuk meringkus para tersangka. Ketiganya lalu dijebloskan kedalam sel tahanan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. “Para pelaku ini akan dijerat dengan pasal 82 ayat 1 UU Perlindungan Anak, nomor 35 tahun 2014, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (rid/rul)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *