MALUTPOST.TERNATE – Utang di pihak ketiga yang menumpuk selama dua bulan, membuat proses pelayanan sampah terhenti. Hal ini menyebabkan penumpukan sampah di setiap sudut kota. Warga pun melakukan protes, hingga menghamburkan sampah ke jalan. Salah satu titik yakni di Kelurahan Salahuddin.

Merespons masalah tersebut, DPRD melalui Badan Anggaran (Banggar) dan komisi III mengadakan rapat mendadak. Pertemuan tersebut menghadirkan Sekretaris Kota Ternate, Kepala BPKAD, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kepala Dinas Lngkungan Hidup Tony Sachrudin Pontoh mengatakan, utang yang tidak terbayarkan di bulan November hingga Desember. Solusinya, DPRD memerintah ke pihak keuangan untuk menyelesaikan.

Menurutnya, total utang tersebut mencapai Rp 700 juta lebih. Masalah utamanya ada pada Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak terbayar. “Ada tuntutan untuk melakukan pelayanan. Pihak ketiga tidak mau memberikan BBM sebelum tunggakan dua bulan tersebut diselesaikan. Jadi kita akan berusaha selesaikan masalah sampah ini,” ujarnya.

Sekretaris Kota Ternate Jusuf Sunya Mengatakan, masalah tumpukan sampah tersebut telah diselesaikan kemarin. BBM yang disiapkan sementara sekitar 2.000 liter, untuk mengantisipasi tumpukan sampah tersebut. Menurutnya, Pemkot memiliki anggaran tapi tidak bisa dicairkan akibat dari terkendala aplikasi SIPD. Pemerintah Kota juga berencana akan melakukan evaluasi terhadap pihak rekanan yang menyediakan BBM. Sebab tidak berbicara soal untung rugi.

Sekkot mengatakan, saat ini yang dibutuhkan adalah pelayanan. Karena itu, pihak rekanan juga harus memiliki sense of responsibility. Sebab tidak hanya PT Maluku Indah, tetapi ada rekanan lain yang bisa diajak untuk kerja sama ke depan. “Sore ini (kemarin) sudah mulai dilakukan pengangkutan sampah. Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah Kota Ternate,” ujarnya.

Sementara itu, masalah sampah ini juga mendapatkan respons dari ketua DPRD Muhajirin Bailussy. Menurutnya, mulai kemarin sampai hari ini, sampah harus diangkut secara keseluruhan hingga selesai. Pemerintah Kota juga segera menyelesaikan utang sebesar Rp 700 juta di bulan November dan Desember. “Kami meminta segera selesaikan masalah sampah dan utang pada pihak ketiga,” tutupnya. (mg-03/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *