Dinilai Lepas Tanggungjawab Terkait Izin Pembuangan Tailing

MALUTPOST.SOFIFI – Sikap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Maluku Utara (Malut), Facrudin Tukuboya yang tidak pernah menghadiri undangan DPRD Provinsi (Deprov) membuat sejumlah anggota Deprov naik pitam.

DLH yang diketahui memiliki tugas terkait izin lingkungan, sudah tiga kali diundang oleh gabungan komisi yakni, Komisi II dan Komisi III untuk membahas izin pembuangan limbah tailing oleh PT. Trimega Bangun Persada (TBP) di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Namun dinas DLH sendiri terkesan cuek dan tidak pernah menghadiri undangan Deprov saat Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“DLH tidak hadir dan melempar tanggung jawab, bahkan merasa tidak terlbat serta mengabaikan tugas dan fungsinya,” cetus Ketua Komisi II, Ishak Naser saat RDP bersama Dinas Perikanan dan DPM-PTSP di gedung Deprov Senin (15/2).

Bukan saja Ishak Nasir, anggota komisi III Sahril Taher, juga menilai Kadis LD terkesan meremehkan DPRD, sehingga sudah tiga kali diundang tapi tak pernah hadir tanpa ada alasan yang jelas. “Kita undang Kadis itu untuk membicarakan kepentingan rakyat, kalau tidak mau hadir, maka Gubernur sudah harus ganti, karena tidak layak dipertahankan sebagai Kadis,” tandasnya.

Ketua DPD Partai Gerindra Malut ini menjelaskan, rapat gabungan komisi II dan III ini terkait izin pembuagan limbah ke laut oleh PT. TBP, dan saat ini PT TBP sudah mendapat izin penggunaan lokasi di laut, sehingga DLH harus memastikan izin lokasi yang telah dikeluarkan oleh PTSP sejak 2019 itu bertentangan dengan undang-undang lingkungan hidup atau tidak.

“Apa pun alasannya pembuangan limbah ke laut tidak dibenarkan, karena jika 100 ahli menyatakan bisa, maka akan ada 1000 orang menyatakan tidak bisa, karena yang namanya limbah yang dibuang ke laut sudah pasti tidak aman,” tegasnya.

Sementara Fachrudian yang dikonfirmasi terpisah, menyampaikan permohonan maaf kepada komisi II dan III. Ia mengaku tak hadir lantaran sakit. “Mohon maaf. Kondisi saya kurang sehat sehingga belum bisa hadiri undangan komisi II dan III. Jika nanti saya sudah sembuh, saya akan datangi mereka sebagai mitra kerja DLH,” kata Fachrudin. (din/jfr)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *