Satu Remaja Meninggal

MALUTPOST.TERNATE – Sungguh malang nasib MST (15) setelah ditimpa kecelakaan tragis yang terjadi Kamis (25/2). Remaja yang masih duduk di bangku SMP kelas III ini harus meregang nyawa tepat di jalan raya bilangan Kelurahan Ubo-Ubo Kecamatan Ternate Selatan. Peristiwa na’as ini bermula saat MST melaju dengan Honda Beat putih bernomor polisi DG 3784 KG, sekitar pukul 16.20 WIT.

Ia melaju dari arah Barat menuju Timur. Tiba didepan salah satu pangkalan ojek yang ada disekitar, MST sempat ditegur. Itu karena motor yang dikendarainya sangat laju. DIsaat bersamaan, muncul dari arah berlawanan Truck Box dengan nomor polisis (Nopol) DG 8142 UW yang dikemudi BE. MST yang hilang kendali karena motornya melaju dengan kecepatan tinggi langsung menabrak bagian depan truk.

Tabrakan pun tak terhindarkan. Akibat tabrakan itu, Honda Beat milik MST terperosok masuk ke bagian bawah truk sehingga tergilas ban depan. Anak kedua dari empat bersaudara itupun tersungkur dan tak sadarkan diri. Berasarkan pantauan, MST mengalami luka sobek dibagian kepala yang sanagt serius. Begitu juga wajahnya.

Melihat kejadian itu, MST langsung dilarikan warga setempat menuju RSUD Chasan Bosoeiri. Namun tidak berselang lama, MST mengehmbuskan nafas terakhir hingga meninggal dunia.

Salah seorang saksi berinisial A saat ditemui di lokasi keadian mengaku, peristiwa tabrakan terjadi sangat cepat. “Saat mendengar bunyi saya langsung keluar dari rumah. Tapi waktu keluar, saya lihat motor sudah di bawah truk,” ceritanya.

Personil Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres yang menerima informasi langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kasat Lantas, AKP Setiaji N. Atmojo melalui Kanit Laka Lantas, IPDA Mahmud Umagapi saat dikonfirmasi mengaku, pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari saksi-saksi. Setelah itu baru ditentukan langkah selanjutnya. “Sementara kita masih Olah TKP dan meminta keterangan dari saksi-saksi untuk mencari tahu kebenarannya. Setelah itu baru diambil langkah selanjtnya,” papar Mahmud.

Sementara Randi (27) yang tidak lain adalah kakak sepupu almarhum, menuturkan, saudaranya itu jarang keluar rumah sepulang sekolah, Makanya keluarga sama sekali tidak ada firasat atau isyarat yang menunjukkan kalau MST akan pergi selama-lamanya.

Diceritakan Randi, motor yang dikendarai almarhum baru saja diperbaiki. Namun ia tidak menyangka MST justru ditimpa kecelkaan tragis hingga meninggal dunia. “Dia (Almarhum) baru keluar dari rumah sekitar tiga menit. Tiba-tiba kami dapat kabar kalau dia (Almarhum) mengalami kecelakaan didekat pangkalan,” tutur Randi. Sebagai keluarga, ia menyerahkan semua ke pihak Sat Lantas Polres. “Untuk firasat tidak ada sama sekali,” pungkasnya. (mg-07/aji)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *